Rindu Alexa

Rindu Alexa
Di pisahkan Oleh Jarak


__ADS_3

Pagi pagi sekali Shakti sudah bersiap untuk berangkat kerja. Semalam tidurnya memang tidak nyenyak, Alexa belum memberi kabar apapun hingga membuatnya kembali gelisah.


Dengan berlari kecil dia menuruni tangga. Sinar mentari terlihat mulai menyelinap masuk dari balik celah tirai jendela.


Shakti sedikit terkejut saat keluar dari villa tiba tiba Dinda sudah berdiri di depan pintu untuk menunggunya.


"Mau apa lagi kamu?" Sergah Shakti dengan menatap tajam gadis yang kini tertunduk.


"A- aku mau minta maaf, Mas." ucap Dinda dengan pandangan tertunduk, gadis itu tidak berani menatap mata Shakti yang penuh dengan kebencian.


"Percuma kamu meminta maaf padaku. Orang yang seharusnya memberi maaf adalah istriku." Shakti pun berniat meninggalkan gadis itu. Tapi, ada yang masih ingin dia sampaikan hingga membuatnya kembali menoleh, " Oh ya, aku tidak ingin melihat lagi wajahmu yang membuatku muak." Kalimat Shakti sungguh terlalu menyakitkan hingga gadis itu menatap punggung lelaki yang kini berjalan menjauh dengan mata berkaca kaca.


Mobil Jaguar berwarna metalik itu meluncur dengan gesitnya meninggalkan halaman villa.


###


"Kak Ale.... " teriak Hanum dengan terpincang pincang, saat melihat Kak Alenya turun dari mobil. Dia langsung menubruk begitu saja tubuh kakaknya hingga Ale tersenyum.


"Hanum, Kenapa dengan kakimu?" tanya Hans saat melihat putri kesayangannya terpincang pincang.


"Jatuh dikejar ular, Pa."


"Loh, Kok bisa?" Zoya langsung terlihat panik, dia langsung mendekati putrinya.


"Buktinya, bisa kan, Ma?"


"Kamu tidak apa-apa, kan, sayang?" lanjut Zoya.


"Tidak apa apa gimana, Ma? Hanum terluka Mama..." jawab Hanum dengan mengerucutkan bibirnya. Namun, melihat putrinya terlihat baik baik saja membuat Zoya menganggap putrinya memang cari perhatian.


Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam rumah, terlihat Aleks menuruni tangga menyambut kedatangan kakaknya.


"Jangan suka kabur lagi!" goda Aleks membuat Alexa tersenyum, dia memeluk kakaknya untuk menyambutnya. Aleks memang tidak biasa becanda, meskipun sedang menggoda kakaknya tapi wajah coolnya tidak berubah sama sekali.


"Oh ya, Mas Shakti-nya mana, Kak?" tanya Hanum masih menggandeng Ale.

__ADS_1


"Di gondol Drakula! " sahut Hans kemudian mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam kamar.


"Papa, apaan si. Mana ada Drakula di era ini." protes Hanum yang masih terdengar oleh Hans. Lelaki itu, tersenyum kecil saat putri kesayangannya tidak terima.


Hanum terus membuntut Ale hingga masuk ke dalam kamar Ale. Alexa mengedarkan pandangannya, meneliti setiap detail kamarnya. Masih kamar yang sama, hanya saja dia melihat sebuah jam tangan pria tergeletak di atas nakas.


"Itu jam tangan siapa, Num?" tanya Ale dengan mengamati jam tangan pria berbentuk klasik.


"Mas Shaktilah, masak jam tangannya Pak Andy sampai di kamar Kak Ale." jawab Hanum dengan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Ale.


"Kak, nanti Hanum tidur sama Kak Ale ya?! " pinta Hanum membuat Ale mengangguk dan tersenyum.


"Tapi, Kak Ale mau mandi dulu, biar seger!" pamit Alexa kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


###


Sudah dua hari setelah kepergian Alexa, Shakti menghabiskan waktunya dalam sebuah perkerjaan. Dia Sekarang memilih menginap di sebuah hotel yang lebih dekat dengan kantor cabang.


"Ya Allah, aku merindukanmu, Ay!" gumam Shakti dengan menutup laptop dan beranjak untuk mengambil rokok serta ponselnya.


[Jangan tidur terlalu larut, Mas]


Shakti tersenyum saat membaca pesan yang baru saja dikirim oleh istrinya. Dengan tidak sabar dia melakukan panggilan video call.


"Ay, belum tidur?" ucap Shakti saat melihat wajah ayu itu di depan kamera.


"Belum, ini habis ngobrol sama Hanum." jawab Alexa dengan mengarahkan kameranya pada gadis yang sudah tidur dengan memeluk tubuhnya.


"Seharusnya aku, Ay, yang meluk kamu, bukan bocah bar - bar itu." protes Shakti, sejak tidak ada Alexa, tidurnya memang tidak nyaman.


"Mas dimana ini? Kok balkonnya beda dengan villa?"


"Mas sedang di Hotel. Arkha nggak mau jika tinggal di villa terlalu jauh katanya." ucap Shakti dengan terus menatap wajah istrinya tanpa berkedip.


"Kamu mensnya udah selesai belum?" tanya Shakti dengan senyum mencurigakan.

__ADS_1


"Udah. Kenapa?"


"Pengen cepat pulang! Kangen meluk kamu, Ay." Alexa hanya tersenyum menanggapi suaminya. Lelaki yang otaknya cukup mesum saat sedang bersamanya itu juga terlihat cengar cengir.


"Mas jangan tidur terlalu larut."


"Aku tidur dulu, Mas. Besok aku akan mengunjungi Mama Gayatri." ucap Alexa.


Mereka menutup panggilan itu, bukannya langsung tidur. Tapi, lelaki itu masih menikmati rokok yang baru saja dia nyalakan. Bukan hanya bualan dia memang sedang merindukan istrinya. Beberapa hari bersama Alexa membuatnya ada yang beda saat harus berjauhan dengan wanita itu.


###


"Ya Allah putri putri Mama kok pada lomba tidur ya?" ucap Zoya saat masuk ke dalam kamar. Wajah kalem itu sekarang terlihat lebih ceria saat sudah bertemu sulungnya.


Alexa hanya membuka matanya saat melihat mamanya sudah duduk di tepi tempat tidur. Sedangkan, Hanum hanya menggeliat dan merubah posisi untuk memeluk guling.


"Ayo kalian Salat Subuh dulu! Papa saja sudah berolahraga, lo." Zoya memang membiarkan kedua putrinya untuk tidak ikut berjamaah karena semalam Zoya melihat kamar Alexa terang hingga tengah malam.


Alexa melihat jam yang ada di ponselnya. Hampir pukul lima, membuatnya segera beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencari wudhu.


"Hanum, sayang... Kak Ale sudah wudhu. Ayo kamu bangun! Jamaah sama Kak Ale." Zoya menggoyang goyangkan tubuh putrinya yang masih tidak bergeming.


"Sayang, nanti Mama buatin bakso bakar untuk sarapan." bujuk Zoya membuat Hanum langsung menoleh ke arahnya.


"Beneran, Ma?" Hanum langsung bersemangat.


"Iya, semalam Papa beli bakso di tempat langganan kamu, banyak lo." jelas Zoya, Hans memang sengaja mampir sebentar karena ingat bakso yang menjadi langganan putri kesayangannya itu ' Bakso Mbah Tuwek'.


Hanum langsung bangkit untuk Salat Subuh, sementara Zoya memilih keluarga dari kamar putrinya. Wanita itu mencari keberadaan suaminya yang ada di halaman samping.


"Mas Hans, teh hangatnya." Zoya membawa teh hangat yang di sertai rebusan pisang ambon untuk menemaninya menikmati teh hangat.


Umur yang semakin bertambah tua membuat Hans mengurangi jenis makanan yang berbau kolesterol.


"Mas, apa kita tidak terlalu berlebihan mencampuri rumah tangga putri kita?" ucap Zoya saat Hans meneguk segelas air putih terlebih dahulu.

__ADS_1


"Biarkan saja, lagian biar Shakti cepat pulang! Ale juga harus meneruskan hidup dan kegiatannya yang sempat terputus karena pergi dari rumah gara gara ulahnya itu." Hans masih saja menyalahkan Shakti atas semua kejadian yang menimpa Alexa. Padahal dia sendiri tahu jika Alexa juga menyukai Shakti.


__ADS_2