Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 102


__ADS_3

Arandita membawa teh jahe buatannya ke ke kamar dimana suaminya berada namun saat sampai di kamarnya ia tidak melihat keberadaan suaminya, "dimana mas revan?" tanya arandita dalam hatinya.


lalu kemudian ia mendengar suara gemericik air di kamar mandi, "owh jadi dia sedang mandi" arandita meletakkan teh jahe yang ia bawa di nakas.


kemudian ia pun mulai bersiap-siap untuk pergi bekerja karena sejak beberapa hari lalu ia sudah menjadi karyawan tetap di kantor RA group, bukan karyawan magang lagi di perusahaan cabang.


kini arandita di pindah kerjakan menjadi asisten bos di perusahaan pusat, itu karena revan sengaja agar selalu dekat dengan istrinya selama dua puluh empat jam penuh.


setelah selesai mandi revan terlihat lebih segar dan sehat tidak seperti beberapa menit yang lalu, revan melihat teh jahe buatan istrinya ia tersenyum dan mengambil teh tersebut dan meminumnya sampai habis.


setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian formal revan berangkat lebih awal karena ada hal yang harus ia lakukan sebelum bekerja, tanpa menunggu istrinya revan pergi meninggalkan mansion memuju apartemen milik Shella.


Setelah beberapa saat kemudian revan pun sampai di halaman apartemen dengan cepat ia masuk kedalam apartemen itu, hal yang mudah untuk revan bisa masuk kedalam karena ia sudah mengetahui kunci sandi apartemen milik Shella.

__ADS_1


dengan langkah cepat ia masuk ke apartemen Shella mencari bukti-bukti untuk menguatkan hukuman untuk Shella , karena revan tahu kini Shella sedang menjalani pemotretan jadi ia bisa leluasa untuk menggeledah kamar Shella.


"Aku yakin pasti ada petunjuk lain di ruangan ini" gumam revan sambil terus membuka dan memeriksa semua lemari milik Shella, namun nihil ia tidak menemukan apapun di sana.


kemudian bagian terakhir revan membuka laci milik Shella terdapat foto arandita di sana Dengan beberapa sobekan bekas benda tajam, "apa maksud dari foto ini kenapa dia menyimpan foto arandita, si*l istriku dalam bahaya!." revan langsung membereskan kembali semua barang ke tempatnya.


Dan bergegas untuk meninggalkan apartemen milik Shella, namun si*lnya ia terlambat karena shella kini sudah pulang dari pemotretan nya.


"Hmm.. iya aku sedang mencari mu tadi tapi kau tidak ada disini, jadi aku.."


"Aku sekarang sudah pulang baby apa kau merindukanku" ucap Shella memotong perkataan revan.


"Tapi kenapa kau mencari ku tidak seperti biasanya?"

__ADS_1


pertanyaan shella kini membuat revan Merasa begitu tegang dan bingung harus menjawab apa karena kini ia sedang menetralkan perasaan gugup nya.


"tadinya aku ingin mengajakmu sarapan tapi karena sekarang sudah terlambat dan waktunya masuk ke kantor aku harus pergi sekarang juga" ucap revan memberi alasan.


"tapi baby"


"sudahlah lain kali aku akan mengajakmu sarapan di luar lagi, aku pergi sekarang" setelah mengatakan hal itu revan pun pergi meninggalkan apartemen milik Shella.


Shella merasa curiga tidak seperti biasanya revan bersikap seperti itu, lalu dengan cepat ia berlari ke kamarnya memeriksa semua benda yang ada di sana.


Shella merasa Sangat lega karena semua barang masih rapi seperti awal ia pergi meninggalkan tempat itu, "untung saja dia tidak membuka laci milikku jika tidak ia pasti akan curiga pada ku, aku harus segera mengatasi istri dan anak yang sedang ada dalam kandungan wanita itu agar posisi ku semakin kuat untuk tetap berada di samping revan Alexsander." ucap shella dengan senyum iblisnya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2