
vino hanya menggelengkan kepalanya mendengar ocehan dari gadis yang berada di hadapannya kini, "cepat bantu aku memilih konsep dan dekorasi yang bagus" ucap vino sambil memberikan setumpuk album pada Marissa.
Marissa pun langsung mengambil album-album itu dan akan membawanya pergi, "kau mau kemana?" tanya vino saat melihat Marissa meninggalkan nya.
"pulanglah nanti aku akan kirimkan gambar yang bagus kepada mu" jawab marissa enteng.
"aku tidak mengijinkan kau pulang malam ini"
"kenapa kau tidak bisa seenaknya saja menahan ku di sini dengar aku bukan istrimu atau kekasih mu yang harus tinggal bersama dengan mu di satu kamar, apa kata orang nanti jika melihat kita berdua saja di apartemen ini" ucap marissa panjang lebar.
"kau tidak perlu memikirkan mereka dan satu lagi aku juga tidak berselera untuk menyentuh mu" ucap vino dengan sangat pedas.
"dasar pria tidak waras udah cantik dan seksi begini di bilang tidak selera, ahh mungkin kau gay jadi tidak berselera dengan gadis seperti ku ia kan" Marissa mulai meledek vino.
"hei.. aku ini pria normal hanya saya aku tidak berselera saat melihat gadis seperti mu" vino merasa kesal dan tidak terima jika dirinya di sebut gay oleh gadis yang berada di hadapannya.
__ADS_1
"terserah apa katamu" ucap Marissa yang tak perduli dengan ekspresi wajah vino saat ini.
Marissa melihat-lihat album dekorasi pesta pernikahan yang mewah dan elegan, "Ahhh semua dekorasi ini sangat indah" ucap marissa dengan raut wajah berbinar melihat gambar-gambar yang ada di hadapannya.
"jodoh ku kapan kamu datang menemui aku"
vino yang berada di samping Marissa memutar bola matanya mendengar ocehan konyol yang di lontarkan oleh Marissa.
saat Marissa tengah sibuk dengan pekerjaan nya memilih dekorasi untuk resepsi pernikahan sahabatnya, ponsel Marissa berdering memecah keheningan di apartemen itu.
Marissa akan mengambil ponselnya namun vino terlebih dahulu mengambil nya dan mematikan panggilan di ponsel itu, "kau tidak sopan kembalikan ponselku" ucap marissa sedikit berteriak pada vino.
"akan aku kembalikan tapi setelah kita selesai dengan pekerjaan ini''
"tidak mau cepat kembalikan ponsel ku" tanpa sadar Marissa langsung duduk di pangkuan vino ingin meraih ponselnya yang berada di tangannya vino.
__ADS_1
posisi mereka begitu int*m marissa tidak menyadari bahwa karena ulahnya ia sudah membangunkan sesuatu yang sedang tertidur, membuat vino menahan segala hasr*tnya agar tidak melakukan apapun di luar kendali nya.
"sudah cukup menjauh dariku atau aku akan berbuat hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan" ancam vino.
"aku tidak perduli dengan omong kosong mu sekarang kembalikan ponselku"
vino tidak bisa menahan hasr*t yang kini sudah mulai naik sampai ke ubun-ubun karena posisi Marissa yang tidak menguntungkan baginya, dengan cepat vino menempelkan bibirnya di bibir Marissa agar Marissa diam dan tidak berontak lagi.
Marissa berdiri dan menampar wajah vino dengan sangat kencang, "dasar mesum tidak sopan"
plakkk
"Lancang sekali kau berani menamparku hah" bentak vino dengan nada marahnya dengan ekspresi wajah yang begitu menakutkan bagi Marissa.
karena merasa bersalah dan takut Marissa langsung berjongkok dan menanggis di hadapan vino
__ADS_1