
Dokter indra hanya duduk diam di sofa melihat pasiennya yang sedang makan dengan lahap, tak hanya itu dokter indra pun terus mendengar beberapa umpatan revan padanya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Aku akan menurunkan gajimu karena kau sudah membuatku hampir mati kelaparan" ucap revan dengan nada ketusnya.
"hey brother jangan libatkan soal gaji kasihanilah aku ini, bukan sengaja tapi aku lupa jika kau masih berpura-pura belum sadarkan diri" dokter indra memelas pada revan, namun revan tak perduli dan terus memakan makanannya sampai tak tersisa.
"tapi brother ini juga bukan semua salahku kau juga ikut salah mengapa kau begitu tega sudah menipu istri mu berpura-pura seperti ini"
"itu bukan urusanmu" ucap revan singkat.
"Tapi ini jiga menyangkut dengan gelar dokter ku aku sudah bersusah payah untuk mendapatkan ini semua, dan jika ada yang melaporkan aku yang sudah memanipulasi keadaan pasien lalu bagaimana nasibku yang malang ini?" dokter indra mulai berakting di depan revan.
__ADS_1
"tidak perlu bersikap dramatis seperti itu istriku juga sarjana hukum tapi aku tempatkan dia dalam perusahaan ku yang tidak ada sangkut pautnya dengan hukum." revan menjawab perkataan dokter indra dengan sarkas.
dokter indra sedikit ternganga mendengar ucapan revan yang sedikit menyindir nya, "pantas saja wanita itu sedikit aneh " gumam dokter indra yang masih bisa di dengar oleh revan.
"dia tidak aneh tapi dia adalah wanita yang unik Berbeda dari yang lain" revan terseyum mengingat kembali apa yang sudah pernah mereka lakukan pada malam itu, ingin sekali ia mengulang Kisah nalam panasnya kembali.
namun ia urungkan, "tahan revan tunggu sampai semuanya selesai," ucap revan dalam hatinya sambil tersenyum penuh arti.
di luar ruangan arandita merasa sangat lelah mengungu, "kenapa lama sekali bukankah dokter itu hanya memeriksanya saja, tapi kenapa sudah satu jam tapi dokter itu masih belum keluar apakah ada yang serius?" arandita mulai sedikit panik.
setelah selesai dengan drama mereka kini revan pun kembali berakting seperti sedia kala agar terlihat meyakinkan ia pun memakai makeup, untuk membuat wajahnya sedikit pucat agar istrinya tidak curiga.
__ADS_1
pintu ruangan itu pun terbuka membuat arandita merasa sedikit lega melihatnya, "bagai mana dokter apa ada yang serius?"
"seperti yang sudah beberapa hari saya katakan sebaiknya nyonya mengajaknya berbicara dari hati ke hati mengungkapkan perasaan nyonya agar tuan Alexander bisa mempunyai semangat hidup dan bangkit dari alam bawah sadarnya.''
"baiklah aku akan mencobanya, terimakasih dokter" ucap arandita tulus, lalu melewati dokter Indra masuk ke ruangan suaminya.
"dasar tuan muda aneh itu bisa-bisanya dia membuat istrinya cemas hanya untuk sebuah kejujuran dan ungkapan cinta dari istri nya, kenapa tidak bertanya langsung saja kan beres tidak perlu aku repot-repot berbohong begini" dokter indra merasa sangat kesal namun ia hanya bisa mengumpat dalam hatinya.
di dalam ruangan arandita menghampri brankar suaminya dan mulai berbicara kepada suaminya sesuai petunjuk dokter indra, revan yang mendengar suara istrinya pun tersenyum senang dalam hati.
namun berbeda dengan yang revan bayangkan saat istri nya mulai mengeluarkan unek-unek yang berada di dalam hatinya.
__ADS_1
bersambung...