Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 41


__ADS_3

Airlangga melihat Marissa yang sudah pergi dari sana pun, langsung menatap intens pada arandita.


"Jawab dengan jujur arandita, apa kau sudah menikah?"


mendengar pernyataan Airlangga, arandita hanya tersenyum, " iya bener, aku sudah menikah"


"Apa kau mencintai nya?" Airlangga berkata untuk menguatkan hatinya mendengar jawaban yang arandita kataka.


"Mungkin saat ini belum, tapi aku sedang belajar mencintai nya, karena sedikit demi cinta itu pasti akan tumbuh dengan sendirinya" arandita berbicara dengan jujur pada Airlangga.


"Bagus, selamat untuk mu" Airlangga berkata menahan sesak dalam hatinya, lalu ia menyerahkan surat undangan pernikahan pada arandita.


"Kau akan menikah pak, selamat untuk mu" Arandita tersenyum menyembunyikan luka dalam hatinya, ia berpura-pura bahagia saat angga menyodorkan sebuah surat undangan pernikahan atas namanya dan vinia.


walau bagai manapun Airlangga adalah cinta pertamanya, dan masih ada sedikit rasa untuk nya kepada Airlangga.


dengan sedikit rasa sesak di hatinya arandita tetap memberikan selamat kepada Airlangga dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Aku mohon datanglah, bersama suamimu nanti"


"akan di usahakan, sekali lagi selamat" arandita menjabat tangan Airlangga, dengan senyum penuh keceriaan.


"Airlangga mungkin inilah yang di nama kan takdir hidup, meskipun kita mempunyai perasaan yang sama namun jalan takdi kita tidak sejalan, aku berharap dengan siapapun kau bersanding semoga kau selalu bahagia"


arandita berbicara dalam hatinya, "


Arandita kau baik-baik saja kan?" Airlangga melambaikan tangannya di depan wajah arandita.


"Ah iya aku baik-baik saja pak" arandita merasa sedikit kikuk.


Arandita langsung berhambur ke dalam pelukan Airlangga, dan menangis terisak dalam pelukannya.


tanpa arandita sadari sepasang mata sedang menatap ke arahnya dengan penuh ke marahan, ia mengepalkan tangannya dengan sangat erat.


...----------------...

__ADS_1


tiba-tiba terdengar suara keributan di dalam cafe tersebut, samar-samar arandita mendengar suara itu adalah suara sahabatnya


arandita baru ingat bahwa ia datang dengan marissa, dengan sigap arandita berdiri dan membelah keramaian di cafe tersebut karena semua pengunjung cafe sedang asyik menonton drama live sahabatnya.


"Marissa" arab terkejut melihat kelakuan bar-bar sahabatnya, yang menjambak rambut seorang model seksi yang baru naik daun beberapa bulan yang lalu.


dengan sigap arandita memisahkan mereka dengan cara menyiramkan air satu ember ke arah mereka.


Arandita memberikan handuk pada Marissa , lalu akan memberikan handuk pada wanita yang menjadi lawan sahabatnya, namun tangan nya di tepis oleh seorang pria yang membuka jas-nya untuk menutupi tubuh wanita itu.


Arandita menatap nya tanpa mengeluarkan kata-kata dengan rasa sesak di hatinya, melihat suaminya membawa gadis lain dalam gendongan nya, meninggalkan tempat itu.


tubuh arandita merosot ke lantai dengan air mata yang terus menetes begitu saja, ia memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak dan sukif bernafas.


"Arandita" Marissa yang melihat arandita yang sangat syok pun merasa sangat prihatin namun tidak banyak yang bisa ia lakukan untuk sahabatnya.


"Arandita.,! sadarlah, Ayo sebaiknya kita pulang saja." ajak marissa dan langsung menggandeng tangan sahabatnya.

__ADS_1


setelah mengganti rugi atas kekacauan yang sudah Marissa perbuat, Marissa pun akan mengajak sahabat nya pulang ke apartemen nya


"Arandita apa yang terjadi padamu" Airlangga tiba-tiba muncul d belakang Mereka dengan wajah yang sangat cemas.


__ADS_2