Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 54


__ADS_3

Para mahasiswa yang akan melakukan kkn, di sebuah desa kini sudah sampai di kota dan tempat tujuan mereka, suasana yang indah dan sejuknya kota Bogor menentramkan hati para mahasiswa.


mereka semua bersenang-senang, ber-selfie dan bernyanyi, sebelum melakukan tugas mereka, Berbeda dari para mahasiswa dan mahasiswi lainnya.


Arandita duduk sendirian menatap lurus ke arah depan, mungkin mulutnya berkata tidak, namun dalam hatinya ia masih terngiang-ngiang berita yang sedang ramai di perbincangkan di internet saat ini.


setelah dari restoran, arandita tampak murung dan menjadi pendiam, Arandita menghentikan sarapannya begitu saja, selera makannya tiba-tiba menghilang setelah membaca berita terkait dengan Suami nya.


meskipun revan tidak menerima pernikahan nya, dan hanya menganggap pernikahan sebagai lelucon perjanjian kontrak, namun bagi arandita pernikahan tetaplah sakral, terlebih apa yang dia jaga selama ini telah hilang di renggut oleh suami kontrak nya malam tadi.


jika bertanya apakah arandita menyesali semuanya, jawabannya adalah tidak! setidaknya dia sudah menjadi istri sesungguhnya pikir arandita, karena semua itu bukan kesalahan revan sepenuh nya.


dari kejauhan tampak Marissa sedang memperhatikan sahabat nya, Marissa berjalan mendekati Arandita dan membawakan teh cup di tangannya. " Minum dulu nih, dari tadi bengong aja, nggak takut kesambet apa?" Marissa memberikan teh hangat kepada arandita.


Arandita Hanya melirik sekilas ke arah sahabatnya dan mengambil teh yang diberikan oleh sahabatnya, lalu ia kembali memeluk kaki nya dan meletakkan dagunya di sana.

__ADS_1


Marissa merasa prihatin dengan kisah perjalanan cinta sahabatnya setelah menikah, arandita menjadi lebih pendiam berbanding terbalik saat sebelum menikah dengan revan, arandita yang selalu ceria dan tak perduli dengan kata orang lain, " Sudah lah nggak usah dipikirin, Lupakan saja laki-laki brengs*k itu aran, buka kah kita sudah berada di tempat yang selama ini ingin kau kunjungi"


"Walau pun dia brengs*k, dia tetap Suamiku risa, dan ada dua ibu yang harus aku jaga perasaan nya." arandita menjawab tanpa menoleh ke arah sahabatnya.


"Apa kamu mulai mencintai nya aran?" Marissa dengan penuh selidik.


sedangkan arandita hanya mengangguk lemah, "Aku tak tahu kapan cinta itu datang, namun saat bersama nya aku merasa sangat tenang dan nyaman"


"Lalu, apakah dia bersikap demikian, arandita sadarlah Jagan mau jadi budak cinta, saat Cinta mu berepuk sebelah tangan" Marissa berbicara dengan sangat berapi-api.


Marissa tersenyum, dan memegang pundak sahabatnya, "berjuang lah jika mememang kau mencintai nya, perjuangkan hak mu sebagai istrinya, berikan semua cinta yang kau miliki hingga ia lupa dengan cinta yang lain" Marissa memberikan semangat kepada sahabatnya.


arandita pun langsung memeluk sahabatnya, " terimakasih sahabat ku, meskipun kamu jomblo abadi sampai saat ini tapi kamu tau tentang cinta.


pletakk..

__ADS_1


"jangan menghina jomblo, karena jomblo itu pilihan" Marissa memukul lengan sahabatnya karena gemas.


"ampun ndoro" arandita langsung sungkem kepada sahabatnya, namun marisa menonyor arandita lalu mengibaskan rambut dengan gaya centilnya.


"Udahlah nggak perlu sedih apalagi sampai gegana" Marissa berdiri dan menggandeng tangan sahabatnya pergi meninggalkan tempat itu.


"Gegana apaan tuh?" Tanya arandita penasaran.


"Kurang update banget sih, itu tuh bahasa anak gaul jaman sekarang tau, gegana itu gelisah, galau, merana." Marissa menjelaskan secara rinci pada sahabatnya.


sedangkan arandita hanya menganggukkan kepalanya saja mendengar penjelasan dari Marissa, dan akhirnya mereka berdua pun ikut bersenang-senang bersama para mahasiswa lainnya.


tanpa mereka sadari sedari tadi, ada yang mendengarkan percakapan antara mereka berdua di balik pohon yang besar.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2