Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 61


__ADS_3

Semua para mahasiswa dan mahasiswi kini sudah mulai bersiap-siap untuk kembali pulang ke kota nya, tugas kkn yang mereka lakukan di desa itu sudah selesai.


mereka semua bernafas lega karena acara yang di gelar berjalan dengan lancar, kini mereka hanya tinggal menunggu hasil penilaian akhir sebelum wisuda.


Kini arandita sedang berkemas-kemas bersiap untuk pulang ke kota-nya, "Semua sudah beres kan sa? nggak ada yang tertinggal gitu?" arandita bertanya kepada sahabatnya yang terlihat masih duduk bersantai dengan handphone nya.


"Tenang saja, semuanya beres" Marissa berjalan menghampiri sahabatnya, dengan tas ransel yang berada di pundaknya.


saat arandita akan meemakai sepatunya, tiba-tiba ponsel nya berdering, dengan cepat arandita mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menelepon.


"Hallo siapa?" ucap arandita sambil memakai sepatu nya.


"satu Minggu kamu berada di luar kota, kamu sudah melupakan ibumu sendiri arandita" teriakan ibu winda dari sebrang sana menyadarkan arandita dari kesalahan nya.


Dengan cepat arandita menjauhkan ponsel dari telinganya, kemudian mengucek telinga nya yang sedikit berdenging arandita mengela nafas panjang.


kemudian kembali meletakkan ponsel di telinganya lagi, arandita mendengarkan ceramah dadakan ibunya yang sudah beberapa hari ini tidak ia dengar.

__ADS_1


"Maaf bu aran sedang memakai sepatu tadi, jadi tidak melihat siapa yang menelepon, ow iya hari ini aran akan pulang ke kota, tugas kkn Sudah selesai, aran pulang rumah ibu ya." arandita berbicara dengan sangat antusias.


namun arandita kembali menjauhkan telinga dari ponselnya lagi, mendengar suara ibunya yang begitu nyaring di telinganya.


Sedangkan marissa hanya tertawa sambil berjongkok menahan perutnya yang sakit karena menertawakan sahabatnya.


arandita merasa kesal pada sahabatnya, dan melemparnya marissa dengan kaos kaki miliknya.


"Iih... Aran jorok banget si, kaos kaki bau juga main di lempar-lemparin sama gue" Marissa kesal dan melempar kembali kaos kaki itu pada arandita.


"Enak aja, wangi tau ini kaos kaki baru aku cuci kemarin," arandita sembari memakai kaos kaki yang dilemparkan sahabatnya.


"Arandita" teriak ibunya yang kesal karena sedang tadi ucapan ibunya tidak di dengarkan oleh putrinya.


"Mampus gue" arandita menepuk jidatnya.


sedangkan marissa langsung tertawa cekikikan, "Syukurin kualat itu"

__ADS_1


Arandita hanya memutar bola matanya malas, lalu mulai membujuk ibunya agar arandita di ijinkan untuk pulang kerumah ibunya.


Arandita masih belum siap untuk bertemu dengan Suami kontrak nya, karena ia masih merasa malu dengan kejadian seminggu yang lalu.


"Ibuku tersayang, ibuku tercinta bolehkah putri mu yang cantik ini pulang ke rumah ibu, Aran kangen masakan ibu, bolah ya bu" arandita mencoba merayu ibunya.


dengan susah payah dan berbagai macam cara akhirnya arandita pun berhasil merayu ibunya, setelah selesai berbicara dengan ibunya arandita bersorak gembira.


"Yes, akhirnya aku boleh pulang ke rumah ibu juga"


"setidaknya aku bisa menghindar untuk beberapa hari lagi dari tuan menyebalkan itu, aku masih belum siap untuk bertemu dengan nya saat ini." gumam arandita dalam hatinya.


"yang bener ran?" Marissa langsung terlihat antusias.


"benerlah, Ayo let's go" ajak arandita yang langsung berdiri dan menggendong tas ransel nya.


"ayo kita, balik kampung ooo... balik kampung" Marissa langsung menyanyikan lagu duo gundul dengan penuh semangat, menggandeng tangan sahabatnya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2