
"kak vino kau disini juga" Tanya arandita saat melihat saudara sepupu suaminya duduk diam dengan rautwajah yang tak bisa di artikan.
vino menatap wajah arandita dan mendapatkan pukulan keras di bahunya, "jangan menatap istriku seperti itu" ucap revan dengan nada tidak sukanya.
vino menghela nafas nya ia harus tetap bersabar menghadapi kebucinan saudara sepupunya sekaligus big Bosnya itu. "aku tahu dia itu istrimu dan mana mungkin aku mengambilnya darimu, tapi jika kau tidak bertindak dengan cepat dan lebih memilih wanita g*la itu di bandingkan istrimu mungkin saat itu juga aku akan merebut arandita darimu dan aku akan menikahinya " vino mulai menggoda arandita dengan mengedipkan sebelah matanya.
brukk..
vino langsung mendapatkan pukulan keras di perutnya hingga membuatnya jatuh tersungkur di atas lantai membuat arandita terkejut dengan reaksi yang di tunjukkan oleh suaminya. "mas kamu jahat banget sih"
arandita pun langsung bergegas menghampiri vino dan membantunya untuk berdiri, "kak apa kau baik-baik saja" tanya arandita dengan wajah cemasnya.
"Aku tidak suka kau berbuat kasar seperti itu apalagi pada saudara mu sendiri dan ingat aku ini sedang mengandung anak kita dan aku tidak mau jika nanti dia juga bersifat arogan dan kasar seperti itu" arandita Merasa sangat kesal pada suaminya.
sedangkan revan masih menatap vino dengan tatapan mata tajamnya karena sedari tadi tangan arandita masih memegangi tangan vino, revan merasa sangat cemburu dan sangat tidak suka pada vino yang berbicara akan merebut arandita darinya.
kini mereka bertiga menjadi bahan tontonan karyawan butik dan para pengunjung butik itu.
"aku tidak apa-apa aran aku lupa dengan siapa aku bercanda" ucap vino dengan senyuman yang di paksakan.
__ADS_1
"tetap saja dia salah dan harus minta maaf kepada mu"
"tapi sayang dia_"
"sudah cukup sekarang minta maaflah pada kak vino" ucap arandita menyela perkataan yang akan di ucapkan oleh revan
"minta maaf atau aku pulang sekarang juga" ancam arandita.
"baiklah, maaf" revan pun mengalah saja dari pada harus terus berdebat dengan istrinya dan menggagalkan rencana yang sudah ia susun dengan sangat baik untuk memberikan kejutan untuk istri tercinta nya.
"minta maaf itulah yang ikhlas" Sindir vino sambil mencebikan bibirnya.
revan berdecak kesal melihat tingkah vino yang sengaja membuat nya terpojok, "Awas saja kau" gumam revan lirih.
"Aku masih bisa mendengar mu sayang" ucap arandita dengan menekankan setiap kata-katanya.
cup
revan langsung mengecup bibir istrinya di hadapan semua orang yang berada di sana, "mas"
__ADS_1
cup
cup
cup
revan terus mengecup seluruh wajah istrinya hingga tidak ada satupun yang terlewat kan, "sudah lupakan saja, ayo aku akan tunjukan sesuatu padamu," revan pun menggandeng tangan arandita menjauh dari tempat vino berada.
"tapi bagaimana dengan kak vino"
"biarkan saja jones itu aku sedang kesal padanya hari ini"
mereka berdua pun meninggalkan vino yang masih berdiri di tempatnya, "dasar sepupu laknat nggak ada akhlak" umpat vino yang merasa sangat kesal padanya revan.
revan mengajak arandita untuk memilih gaun pengantin mereka, "bukankah ini gaun pengantin untuk apa aku memakainya" tanya Arandita dalam hatinya.
"tolong siapkan istriku buat dia secantik mungkin karena aku akan membawanya ke pesta malam ini" perintah revan pada wanita cantik yang berdiri di hadapannya.
bersambung
__ADS_1