
Vino merasa sangat kesal dengan kedatangan pria yang berada di tengah-tengah perdebatan nya dengan Marissa saat ini.
"mengganggu saja" geram vino yang langsung meninggalkan tempat itu dengan perasaan dongkol.
"kenapa pria itu aneh sekali" gumam Marissa dalam hati.
"ada apa rissa" tanya Zayn yang melihat Marissa kini hanya diam saja menatap aneh ke arah lain
"tidak ada apa-apa pak" ucap marissa yang kini tersenyum ke pada zayn.
"jangan panggil aku pak dong aku kan sudah selesai tugas ini, kesannya aku kayak sudah bapak-bapak"
"iya calon bapak dari anak-anak kita." kekeh Marissa dalam hatinya.
"lalu aku harus panggil apa dong sekarang"
__ADS_1
"ya terserah mau panggil kak, mas atau apa gitu selain om apa lagi bapak. karena aku bukan bapakmu" kekeh zayn.
"panggil ayank boleh nggak sih"
"Hmm gimana kalau abang aja arandita panggil suaminya mas masa aku harus panggil mas juga kesannya jadi gimana gitu"
lain di mulut lain juga di hati Marissa kini merasa sangat senang karena incarannya memberikan sinyal positif, untuk dirinya terus maju melangkah masuk ke dalam hati zayn.
"Abang boleh juga, asal jangan abang tukang bakso mari-mari sini saya mau beli" Zayn langsung mengiramakan lagu masa kecilnya dulu, dan menampakkan kedua lesung pipinya yang begitu manis di mata Marissa.
"Abang sayang, duh meleleh adek bang liat senyuman abang yang unyu-unyu itu"
dan akhirnya mereka berdua pun tertawa sambil menikmati acara malam itu, "ternyata bang zayn orangnya humoris juga ya" ucap Marissa di sela-sela candaan mereka.
mendengar ucapan Marissa Zayn langsung terlihat bersedih dan merenung, "sebenarnya inilah aku namun karena zia menyukai pria yang romantis dan humoris namun karena penghianatan zia aku menutup diriku dan hatiku, karena aku ingin melupakan semua tentang nya namun saat kenyataan nya terbongkar aku merasa sangat bersalah. sudah menutup diriku yang dulu karena itulah aku ingin menjadi diriku yang dulu untuk membuat zia tersenyum kembali"
__ADS_1
"sekarang zia sudah pergi tenang ke alamnya karena ia sudah mendapatkan keadilan"
"dia memang sudah pergi jauh tapi tidak dari dalam hatiku dia cinta pertama ku sampai kapanpun akan selalu ada dalam hatiku" ucap zayn dengan jujur.
ungkapan dan kejujuran hati zayn membuat senyuman Marissa memudar begitu saja, "jadi sampai sekarang hanya zia yang berada di hati bang zayn, aku kira dia mulai berusaha melupakan dan mencari penggantinya cinta memang buta Bestie." Marissa pun terhanyut dalam lamunannya.
"risa, Risa" zayn melambai-lambaikan tangannya di hadapan Marissa lalu mendekat kan dirinya ke samping marissa dan mencuil hidung kecilnya agar tersadar dari lamunan.
Marissa terkejut dan hampir mencium pipi zayn, "maaf bang" Marissa langsung sedikit menjauhkan dirinya dari zayn.
"haduh risa kamu bikin malu saja" geram Marissa pada dirinya sendiri.
sedangkan zayn terseyum canggung menatap Marissa.
"tuh kan dia pasti ilfil banget sama gue" ingin sekali Marissa bersembunyi dari Zayn saat ini.
__ADS_1
di tempat lain seorang pria sedang memperhatikan gerak-gerik Marissa dan Zayn dengan segelas wine di tangannya, mentap mereka berdua dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak.
bersambung..