Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 117


__ADS_3

"Aman semuanya sudah beres!" ucap vino dengan santainya.


"kalian sedang merencanakan apa?" tanya arandita penasaran. tak hanya aran Marissa pun sama ingin tahu tentang rencana dua pria yang berada di hadapannya itu.


"biasalah urusan kantor" jawab vino dengan cepat sedangkan revan hanya diam saja.


Arandita menyipitkan matanya menatap ke arah revan yang sedang menyuapkan nasi kedalam mulutnya, "jangan menatapku seperti itu nanti jatuh cinta" ucap revan asal.


vino yang mendengar celotehan sepupunya itu pun terbatuk-batuk karenanya, "sejak kapan manusia salju itu padai berkata-kata biasanya juga lempeng aja kaya rel kereta" .


"makanya kalau makan itu hati-hati" ucap Marissa sambil menyodorkan air minum kepada vino.


"jangan so perhatian aku bisa mengambil minum sendiri" vino berbicara sangat ketus kepada Marissa.


"dasar mulut lemes siapa juga yang perhatian kege-eran banget sih" Marissa langsung mencebikkan bibirnya.


sedangkan arandita hanya menggelengkan kepalanya melihat dua manusia yang berada di hadapannya yang selalu saja bertengkar beradu argument.

__ADS_1


*


*


Hari-hari pun berlalu dengan begitu cepat hubungan antara arandita dan revan pun semakin dekat, walau belum ada kata cinta yang terucap di antara mereka.


di sinilah arandita berada hanya duduk diam di sofa Melihat suaminya yang sedang bekerja, karena sejak hari itu revan tak mengijinkan arandita bekerja atau melakukan apapun.


"duhh... boring banget apalagi nggak ada si ratu drama disini, kenapa juga pria menyebalkan itu terus mengurungku disini."


"Aku ada pertemuan sebentar apa kau mau ikut" tanya revan yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


"baiklah aku pergi jaga diri mu baik-baik disini, dan ya! jangan keluar dari ruangan ini sebelum aku kembali." ucap revan dengan tegas.


arandita menghela nafas panjang "hmm pergilah" usirnya begitu saja.


setelah revan keluar dari ruangan arandita pun mulai membuka pintu ruangan itu dan mengendap-endap akan keluar.

__ADS_1


"Nyonya apa yang sedang anda lakukan?" ucap pengawal yang menjaga pintu ruangan itu, mengejutkan arandita.


"Kau itu membuatku terkejut saja" kesal arandita pada pengawal itu.


"maaf Nyonya"


Arandita pun bersikap biasa dan mulai keluar dari ruangan suaminya, namun langkah nya di cegah oleh beberapa pengawal itu.


"nyonya anda tidak boleh keluar dari ruangan itu pesan dari tuan muda." ucap salah satu pengawal itu sambil menundukkan kepalanya.


" memangnya kenapa kalau aku keluar dari ruangan ini, aku bosan terus di dalam terus aku hanya ingin melihat-lihat kantor ini dan menemui suamiku jadi kalian tidak perlu khawatir ataupun mengikuti ku"


"dengar ini adalah perintah! titik gak pake koma ataupun tanda tanya oke" ucapan arandita pun diangguki oleh para pengawal itu.


Arandita pun mulai berjalan-jalan di sana sambil terus memperhatikan hal-hal yang berada di sekitarnya, "ternyata desain kantor ini lumayan unik dan tidak bosan untuk di pandang.


saat ia melewati satu ruangan yang sedikit terbuka ia pun tak sengaja mendengar pembicaraan antara revan dengan vino, Arandita pun ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan hingga ia mendengar namanya juga di sebut.

__ADS_1


"Aku pikir hanya ibu-ibu berdaster saja yang suka bergosip ternyata para pria berjas pun suka bergosip" kekeh arandita.


bersambung


__ADS_2