Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 79


__ADS_3

Marissa mulai mengamati satu persatu tespek tersebut "Kayak nya hamil deh ran, di sini ada dua garis tapi yang satu masih samar"


"masa sih sa" arandita masih tak percaya.


"tunggu coba tanya mbah go dulu" Marissa langsung membuka aplikasi di ponselnya.


"Gimana sa" arandita mulai penasaran.


"Kemungkinan hamil ran, petunjuknya coba di tes ulang setelah beberapa hari kemudian kalau pengen jelas lagi kita lakukan USG aja ran" ajak Marissa


"Yaudah ayo kita ke dokter Obgyn sekarang juga" arandita langsung menarik tangan sahabatnya keluar dari apartemen.


"Tunggu sebentar lihat yang ini garisnya dua sempurna" teriak heboh Marissa sembari menunjukkan alat tes kehamilan yang terakhir.


Arandita langsung menghentikan langkahnya dan mengambil alat tes yang di pegang oleh Marissa.


"Jadi aku beneran hamil sa?" tanya arandita pada sahabatnya, sambil menatap ke arah benda mungil di tangannya.


"Iya selamat ya bestie akhirnya kamu mau jadi mama juga" Marissa memberikan selamat pada sahabatnya.


arandita mulai menangis sambil tersenyum memegangi perutnya, "terimakasih sudah hadir di dalam hidup mama" arandita berkata dalam hatinya.


"kamu kok nangis sih ran" Marissa merasa bingung melihat sahabatnya mulai menangis terisak.

__ADS_1


"A.. aku cuman terharu sa" ucap arandita sesenggukan.


Sedangkan marissa yang melihat itu menatap tak percaya pada sahabatnya, dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"terus gimana kita jadi ke dokter Obgyn nggak nih" tanya Marissa lagi.


"Jadi dong ayo kita pergi sekarang" arandita berkata sembari mengusap air matanya, ia ingin segera melihat malaikat kecil yang sedang tumbuh di rahimnya.


"Yaudah sono cuci muka dulu" usir Marissa.


"Tapi sa jangan bilang siapa-siapa dulu ya tentang kehamilan ini" arandita mulai berbicara serius dengan sahabatnya.


"kenapa begitu?" tanya Marissa bingung.


setelah mengatakan hal itu arandita pun meninggalkan sahabatnya yang masih menatap nya dengan wajah penuh tanya.


Sedangkan di kantor RA group revan sedang memijit kepalanya yang terasa sangat pusing, tubuhnya terasa lemah karena dari pagi ia terus memuntahkan isi perutnya.


"Ini obat nya" vino menyodorkan obat herbal masuk angin pada revan.


dengan cepat revan pun langsung meminumnya.


"Apa kita perlu ke dokter" vino bertanya kepada revan karena ia merasa sangat kasihan pada saudara sepupunya itu.

__ADS_1


"tidak perlu aku ingin pulang saja"


"baiklah aku akan mengantarkan mu" vino pun mulai memapah revan.


namun tiba-tiba saja pintu ruangan revan terbuka memperlihatkan sosok wanita seksi datang ke ruangan itu.


"mau apa kau datang kemari" tanya vino dengan nada tidak suka nya.


namun wanita yang berada di hadapannya tidak menjawab pertanyaan vino dan langsung menghampiri revan, tanpa memperdulikan keberadaan vino di sana.


"baby apa kau baik-baik saja" Shella menghampiri revan dan merentangkan kedua tangannya akan memeluk revan.


Namun beberapa langkah sebelum Shella mendekat padanya, revan langsung menghentikan Shella.


"stop" revan memajukan tangan nya.


Shella pun langsung menghentikan langkahnya, "Kenapa aku sangat merindukan mu baby" Shella berbicara dengan suara yang buat selembut mungkin.


"Kau itu memakai parfum apa" tanya revan sambil menutup hidungnya.


sebelum Shella menjawab revan sudah terlebih dulu lari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Hoeekk .. hoeekk

__ADS_1


"lebih baik kau pergi dari sini" usir vino sebelum ia menghampiri revan di kamar mandi.


__ADS_2