
mama elisa merasa sangat bersalah karena dialah yang sudah berperan banyak hal dalam kehidupan arandita sampai se jauh ini, dia lah penyebab semua kesedihan yang di rasakan arandita saat ini.
mama Elisa pun menanggis namun ia tak menyesali perbuatannya karena rencana ini adalah sebuah takdir dari yang maha kuasa, kehadiran arandita di sisi putranya memberikan banyak kebahagiaan dan keberuntungan bagi keluarga nya.
"maafkan mama Aran mungkin mama memang egois tapi ini juga untuk kebahagiaan kalian berdua, Mungkin mimpi mu sudah hancur tapi mama yakin revan pasti memberikan yang terbaik untuk mu karena mama melihat betapa besarnya cinta revan untuk mu"
mama Elisa pun pergi meninggalkan tempat itu sebelum putra dan menantu kesayangan nya melihat keberadaan nya si sana.
sedangkan revan masih memeluk arandita untuk menenangkan nya beberapa kali revan mengecup kening istrinya dengan kata maaf yang tak pernah berhenti terucap dari bibir revan.
sampai akhirnya arandita pun mulai tertidur pulas di pelukan suaminya karena kelelahan terlalu lama memangis.
revan langsung mengangkat tubuh berisi istrinya ala bridal style dan membawanya ke kamar mereka menidurkan arandita di atas ranjang dan menyelimuti nya.
__ADS_1
kemudian ia mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang,
[siapkan acara pesta pernikahan untuk besok, dan undang semua para kolega bisnis jangan sampai ada yang tertinggal satu pun dan siapkan pesta itu dengan sangat mewah dan meriah]
setelah selesai berbicara revan pun langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. lalu kemudian ikut tertidur samping istrinya.
namun saat revan akan memejamkan matanya ia pun mengingat sesuatu yang kurang dengan cepat ia mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi meninggalkan kamar nya.
"re mau kemana kamu nak" tanya Mama Elisa saat melihat putranya yang berjalan terburu-buru.
"dasar anak itu" mama elisa hanya menggelengkan kepalanya saat melihat putra semata wayangnya pergi meninggalkan mansion.
mama elisa pun kembali membaca majalah kesayangannya sambil menikmati kue kering dan secangkir teh hangat di hadapannya.
__ADS_1
kini revan berada di toko perhiasan ia melihat beberapa koleksi cincin pernikahan yang begitu mewah dan elegan, kini ia bingung untuk memilih yang mana yang cocok untuk istrinya.
"Apa masih ada yang lain" tanya revan pada staf toko.
"ini yang model terbaru dan kami hanya membuat nya satu saja model nya mewah dan terlihat elegan" staf itu langsung menyodorkan cincin berlian limited edition bermata merah jambu itu.
revan pun langsung menyukai model nya yang terlihat sederhana dan elegan, "cincin ini sama seperti arandita ku yang sederhana namun berharga" ucap revan sambil tersenyum bahagia saat menatap cincin yang di berikan oleh staf toko padanya.
"tolong bungkus yang ini dan ini kartu nya." revan memberikan black card pada staf toko.
"baik tuan, silahkan tunggu di sana kami akan menyiapkan nya terlebih dahulu" ucap staf toko itu menunjuk pada sofa dengan ramah dan sopan.
dengan cepat revan pun duduk di sofa untuk menunggu pesanannya di kemas. "aku harap kejutan ini akan membuat mu bahagia dan melupakan semua kesedihan mu karena aku tidak akan pernah membiarkan kau bersedih lagi setelah hari ini"
__ADS_1
tak berapa lama kemudian staf itu pun datang menghampiri revan dengan membawakan paper bag di tangannya.