
Arandita meremas tangannya sendiri karena ia benar-benar sangat gugup dan malu di perlukan seperti itu di hadapan banyak orang.
"sayangku bisakah kita memulainya dari awal" pinta revan dengan penuh harap kepada istrinya.
namun arandita masih tak bergeming, "ya atau tidak" tanya revan kembali ia masih setia dengan menekuk lututnya di sana.
[terima.. terima... terima]
para tamu yang hadir pun Langsung menyoraki arandita agar mau menerima suaminya. Arandita pun melihat ke sekelilingnya ia pun tersenyum dan mengangguk dengan malu-malu sebagai Jawaban untuk suaminya.
"jadi ya atau tidak? aku tidak mendengar jawaban mu" ucap revan sedikit menggoda istri nya.
"dasar manusia ini tidak tahu apa aku Sudah sangat malu begini" gumam arandita dalam hati, dengan sedikit mengerucutkan bibirnya.
revan merasa gemas dengan reaksi istrinya yang begitu sangat menggemaskan di mata nya.
"Ya" ucap arandita dengan cepat.
__ADS_1
arandita mengerutkan keningnya saat tidak mendengar jawaban apapun dari suaminya, arandita sedikit merasa gemas pada revan karena ia sudah menyadari bahwa suaminya sedang menggodanya saat ini.
Arandita pun mulai menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan untuk mengurangi rasa gugupnya.
"Ya, kita bisa memulainya kembali dan memperbaiki hubungan di antara kita berdua" arandita berucap tulus dari dalam hatinya.
"terimakasih sayang" revan langsung berdiri dan memeluk istrinya dengan sangat erat, dan mencium kening arandita dengan penuh kasih sayang.
"Aku mencintaimu arandita" ucap revan sambil mengelus pipi chubby istrinya kemudian mencium bibir istrinya tanpa malu-malu di hadapan publik
arandita menyembunyikan wajah malunya di dada bidang sang suami, ia malu dengan apa yang di lakukan suaminya di hadapan banyak orang.
"mas malu" bisik arandita di telinganya suaminya.
" kenapa harus malu kau adalah istri ku" ucap revan sambil tersenyum menggoda istrinya.
*
__ADS_1
"Ahh manisnya ternyata kadal es seperti tuan revan bisa sebucin itu " ucap marissa menatap kagum pada dua sejoli yang sedang berpelukan mesra itu.
"nggak perlu dramatis kayak gitu lebay tahu" ucap vino yang tiba-tiba sudah berada di samping Marissa.
"ihh apaan sih nggak jelas banget" kesal Marissa.
namun vino hanya diam saja tak menyahuti perkataan Marissa, "ternyata kalau di lihat-lihat gadis bar-bar ini lumayan cantik juga" vino tersenyum samar melihat ke arah Marissa yang sedang tersenyum ke arah sahabatnya dan mengacungkan jempol nya pada arandita.
Saat Marissa merasa seperti ada yang mengawasinya ia pun langsung melirik ke arah vino. "ngapain kamu liatin aku kayak gitu" tanya Marissa dengan ketus.
vino yang merasa dirinya sudah tertangkap bawa pun langsung mengelak perkataan Marissa "siapa juga yang liatin kamu kege-eran banget aku cuman liatin perempuan di sana" ucap vino asal tunjuk saja.
Marissa pun mengikuti arah yang di tunjuk oleh vino, "cih seleranya norak banget" Marissa mencebikkan bibirnya saat melihat vino menunjuk ke arah wanita yang memakai pakaian kurang bahan yang sedang mengobrol dengan centil bersama dengan teman pria nya
"hai risa kamu disini rupanya" ucap seseorang pria yang berdiri di belakangnya saat ini.
Marissa yang mendengarnya pun langsung membalikan badannya sambil tersenyum mendengar suara merdu itu.
__ADS_1