Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 84


__ADS_3

"Arandita .. arandita.. " suara yang begitu nyaring membangunkan arandita dari tidurnya.


tanpa membuka matanya arandita meregangkan otot tubuhnya, dan menyingkirkan benda berat yang berada di pangkuannya.


*gubrakkk..


awhhh*...


Revan terkejut dan meringis kesakitan karena tubuh nya yang terjun bebas ke lantai.


arandita membuka matanya karena terkejut mendengar teriakan suaminya, "Mas ngapain tiduran disitu" arandita bertanya dengan polosnya.


"dia yang mendorong ku, sekarang tanpa rasa bersalah dia bertanya dengan begitu polos nya, lihat saja pembalasan ku nanti ya." gumam revan dalam hatinya menatap gemas pada istrinya itu.


"Mas kenapa diam saja" tanya arandita lagi, sambil terus menutupi mulutnya karena menguap.


"Aku hanya sedang ingin tidur di bawah saja, atau mungkin tidur di pangkuan mu" ucap revan yang menekan kata pangkuan mu.


Arandita menggit lidahnya, karena ia baru mengingat kejadian sebelum ia tertidur pulas di sofa itu.

__ADS_1


"Apa kau sudah ingat" tanya revan sambil terus menaik turunkan alisnya.


Arandita tersenyum memperlihatkan barisan giginya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Maaf"


"Sekarang kau harus menerima hukuman nya" revan menatap arandita dengan tatapan tajamnya.


Mampus gue


"Arandita... arandita!" teriak suara cempreng yang tidak asing lagi di telinga arandita bagaikan angin segar untuk arandita, dan lari dari tatapan buas suaminya.


terimakasih ibu, I love you full pokoknya ibu is the best.


"Ibu" arandita langsung memeluk menghampiri ibunya, "Ayo duduk bu" arandita langsung mengajak ibunya untuk duduk.


"kalian kemana saja!, ibu sudah lelah berteriak dan berjalan di rumah sebesar ini namun tidak ada siapa pun yang menjawab nya, di luar banyak orang tapi kaya patung semua" cerocos ibu sambil memijit kaki Nya yang terasa sangat pegal.


" Mas revan sedang tidur, kalau mama Mungkin mama sedang ada pertemuan dengan teman-teman nya" ucap arandita sekenanya.


"Apa jam segini suami mu tidur suami macam apa itu pemalas sekali, apa dia tidak bekerja?, Ahhh sudah lupakan saja bagaimana kabar putri ibu?"

__ADS_1


"Apa ibu mertua ku itu tidak percaya dengan kekayaan menantunya yang tampan ini, Walaupun satu tahun aku tidak bekerja, aku masih bisa mencukupi kebutuhan putri mu bu" umpat revan dengan sombongnya di balik tembok, namun ia tidak berani berbicara langsung dengan ibu mertua nya itu.


"Aran baik-baik saja bu, ibu sama siapa kemari" tanya arandita sambil celingukan mencari seseorang.


"Ibu kemari sendiri karena khawatir dengan keadaan mu, ibu dengar motor mu di bakar orang di taman kau tidak terluka kan?" tanya ibu sambil terus memindai seluruh tubuh putri nya.


"Ibu tahu dari siapa?" arandita sedikit terkejut mendengar penjelasan ibunya.


"tidak penting dari mana ibu tahu, yang pasti insting seorang ibu lebih kuat dari apapun, sekarang ibu merasa tenang melihat putri ibu baik-baik saja'' ibu tersenyum mengelus rambut arandita.


"Terimakasih bu, aran sayang ibu" arandita memeluk ibunya dengan erat.


"Hmm ibu'' revan datang menghampiri dua wanita beda usia yang sedang berpelukan di sofa.


"Apa kabar bu" tanya revan basa-basi, lalu mencium tangan ibu mertua nya.


"Kabar ibu baik, ibu hanya mengkhawatirkan arandita saja'' ucap ibu dengan suara lemah lembutnya.


arandita merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya, "Bukannya tadi ibu merasa kesal sama mas revan tapi sekarang!" arandita dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


__ADS_2