Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 133


__ADS_3

"Ada apa ma tanya arandita saat melihat mama mertua nya berdiri dengan perasaan cemasnya"


namun mama Elisa bingung harus menceritakan semuanya dari mana.


"ma" tanya arandita lagi karena sejak tadi mama Elisa hanya diam saja dengan pemikirannya.


"arandita mama harap kamu tidak shock dengan kabar yang akan mama sampaikan ini'' ucap mama Elisa yang ragu untuk menceritakan nya.


"ceritakan saja ma ayo sambil duduk" ajak arandita menuntun mama Elisa Duduk di sofa yang berada di kamarnya.


Mama elisa pun menggenggam erat tangan arandita untuk menguatkan menantunya itu, tak berapa lama kemudian revan pun sudah kembali dari kamar mandi dengan tubuh segarnya.


"revan kemarilah nak" panggil mama Elisa pada putra tunggalnya.


"tunggu Revan pakai baju dulu ma" ucap revan langsung masuk ke dalam ruang ganti.


akhirnya dua wanita berbeda usia pun kini diam menunggu kedatangan revan dengan segala pemikiran nya masing-masing.

__ADS_1


setelah menunggu lima menit revan pun datang dengan pakaian santai nya, "ada apa ma" tanya revan sambil duduk di samping istrinya.


"Maafkan mama mungkin ini terlambat tapi mama harus menceritakan tentang yang sebenarnya" mama elisa menghela nafas panjang.


"Arandita sebenarnya ibumu sedang di rawat di rumah sakit karena kesehatannya menurun drastis, selama ini winda menyebunyikan penyakitnya dari kita semua."


"apa maksud mama, ibu baik-baik saja bahkan semalam pun beliau terlihat sangat sehat" ucap arandita tak percaya.


"itulah yang mama pikirkan aran, semalam saat mama akan mengantarkan ibumu untuk pulang ke rumahnya tiba-tiba ia kejang-kejang dan" sebelum mama Elisa menyelesaikan ceritanya arandita sudah jatuh pingsan.


karena begitu syok dengan cerita yang mama Elisa sampaikan padanya, arandita pun langsung tak sadarkan diri di tempat.


"sayang''


"revan lebih baik kita bawa ke rumah sakit sekarang" ucap mama Elisa yang ikut panik melihat arandita yang langsung tak sadarkan diri.


dengan cepat revan pun menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke dalam mobil nya, sedangkan mama elisa langsung menelpon dokter Indra untuk segera menunggu kedatangan nya.

__ADS_1


"minta dokter perempuan saja ma jangan dokter gil* itu" protes revan.


"tapi Revan tidak ada waktu untuk itu"


"perintahkan saja dokter mes*m itu mencari dokter perempuan karena aku tidak rela jika istriku di sentuh olehnya, dia pasti akan memanfaatkan waktu untuk mencari kesempatan dalam kesempitan" ucap revan menjelaskan pada mamanya.


"baiklah baik mama akan telepon dokter Indra lagi, dasar anak ini" mama elisa mengalah dan hanya pasrah saja dengan permintaan konyol putranya.


setelah beberapa saat kemudian mobil yang di kendarai revan pun sudah sampai di halaman rumah sakit dan langsung di sambut oleh dokter indra dan seorang dokter perempuan yang berada di sampingnya.


"tidurkan disini" ucap dokter Indra sambil menepuk brankar pasien.


"tidak perlu tunjukan saja dimana ruangannya" tolak revan dengan ketus.


"mari ikut saya tuan" ucap dokter wanita itu sambil berjalan terlebih dahulu.


revan pun mengikuti dokter perempuan itu di susul oleh dokter indra dan mama Elisa di belakangnya.

__ADS_1


setelah sampai di ruangan revan pun langsung meletakkan tubuh istrinya dengan perlahan dan dokter wanita itu pun langsung mulai pemeriksaan nya lalu memasangkan cairan infus di tangan arandita.


bersambung..


__ADS_2