
Revan yang seperti tertangkap basah oleh Vino dan berbagai macam cara vino menggoda nya, namun Revan tak membalas perkataan Vino yang menurutnya sangat konyol dan kekanakan.
Kini pandangan Revan teralihkan pada wanita yang menuruni tangga dengan begitu anggun dan sopan. Tak hanya revan yang terkesima melihat penampilan Arandita yang begitu peminin menggunakan dress panjang dan kerudung pashmina juga di lengkapi dengan kacamata yang menghiasi wajah cantik alaminya, dan sedikit riasan menambah kesan elegan.
"Arandita kau sudah rapih dan cantik
aja mau kemana?" tanya Vino yang mulai memanas manasi Revan yang sedang berdiri di sampingnya.
Namun Revan tak perduli dengan ucapan Vino karena pertanyaan Vino sekaligus mewakili pertanyaan Revan saat ini. Arandita menghentikan langkahnya dan berbalik kearah menatap dua pria yang berada di sana.
"Aku ada acara syukuran dan pengajian dengan para anak-anak panti kak!"
"Wahh acara bagus itu, apa boleh aku ikut?" tanya Vino dengan penuh semangat.
"Tentu saja. Ayo!''
Dengan secepat kilat Vino berlari melewati Revan dan menggandeng tangan Arandita melangkahkan kakinya menuju keluar mansion.
Sekilas Arandita menatap Revan yang masih terdiam mematung di tempatnya,
"Tuan apa anda tidak ikut?" tanya Arandita pada suaminya.
"Pada Vino saja kau memanggil nya kakak dan kau memanggilku dengan sebutan tuan?" protes Revan dalam hatinya, menatap kesal pada Arandita dan Vino secara bergantian.
__ADS_1
"Dan apa itu yang vino lakukan? apa dia sudah bosan dengan tangannya!" Revan terus menatap Vino dengan tatapan tajamnya, dan terus berperang dalam batinnya.
Karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari sang suami, Arandita pun berbalik untuk meninggalkan nya di sana. Karena sahabatnya masih terus menunggu dan berteriak sesuka hatinya di luar mansion.
"Tunggu sebentar! aku ganti pakaian dulu," sahut Revan saat melihat Arandita melangkahkan kakinya.
Dengan langkah cepat revan berlari ke kamarnya dengan sedikit tergesa gesa, Vino dan Arandita saling memandang satu sama lain dan mengangkat kedua bahunya.
"Kita tunggu di luar saja!" ucap Arandita.
Mereka berdua pun keluar, terlihat wajah
Marissa yang di tekuk sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ratu drama ini pasti akan mulai berakting," gumam Arandita lirih namun masih bisa di dengar oleh Vino.
"Cantik lah konon" ucap Arandita sambil memutar bola matanya malas.
''Udah ahh ayo, berangkat sekarang bisa telat nanti acaranya." Ajak Marissa tak sabaran.
"Tunggu sebentar kita tunggu tuan Revan datang."
Kareba bosan menunggu kini Arandita dan Marissa pun mengobrol garing untuk merasa bosan saat menunggu Revan di sana.
__ADS_1
Mendengar percakapan kedua wanita di hadapannya membuat Vino menjadi iri, ingin sekali Vino menyahuti ucapan-ucapan konyol mereka namun Vino menjaga Marwah nya sebagai asisten bos.
Setelag beberapa menit kemudian, Revan datang dengan setelan kemeja berwarna senada dengan dress yang di gunakan Arandita.
"Wah roman-romannya ada udang di balik bakwan nih!" ucap Vino di samping Marissa.
"Wah enak tu pak!"
"Jelas enak apalagi di tambahi saos sambal, beuhhh... mantap kali itu," sahut vino dengan logat tokoh kartun Indonesia yang populer saat ini.
"Makin nikmat di makan anget-anget." bukan Marissa kalau tidak bisa membalikan pembicaraan lawannya.
"Kalian berdua ngomong apaan sih nggak jelas banget." Arandita hanya menggelengkan kepalanya mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Ayo kau ikut dengan ku," Revan menunjuk Arandita agar mengikuti nya.
"Kenapa tidak sekalian barengan aja sih van satu mobil gitu?" Vino mulai menggoda kembali sepupunya. ingin melihat bagaimana reaksi Revan saat ini.
"No!" jawab Revan dengan cepat.
"Tapi Van," Vino ingin protes namun dengan cepat Revan mengangkat sebelah tangannya agar Vino diam.
"Sudah cukup aku akan pergi bersama tuan revan saja, dan Risa kamu sama kak Vino ya." Arandita mulai menengahi perdebatan mereka dan berjalan memasuki mobil Revan.
__ADS_1
"Rasain siapa suruh godain istri orang!" Revan dalam hatinya dan menatap sinis pada sepupunya.
Setelah perdebatan itu, kini mereka pun pergi meninggalkan mansion untuk menuju panti asuhan kasih bunda.