Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 38


__ADS_3

Mereka semua masuk ke dalam panti karena Acara pengajian pun akan segera di mulai, begitu juga dengan Vino yang mengikuti Revan belakangnya dengan wajah yang sedikit di tekuk karena kesal dengan saudara sepupunya.


Marissa dan Arandita bersama ibu panti memulai pembukaan acara dengan memanjatkan doa kepada Allah, agar semua urusan yang mereka persiapkan lancar sampai akhir.


Setelah satu jam berlalu acara pun berakhir dengan lancar dan mulai membagikan makanan dan keperluan sekolah untuk anak-anak panti. Dan setelah semuanya selesai mama Elisa berbicara kepada anak-anak agar mereka juga mendoakan hubungan pernikahan antara Arandita dan Revan langgeng untuk selamanya, dan langsung di aamiin kan oleh semua anak panti.


Ibu panti menghampiri Revan dan Arandita untuk memberi selamat, namun saat melihat Revan ibu panti merasa seperti tidak asing dengan wajahnya.


Revan yang di tatap ibu panti dengan intens merasa sangat gugup karena takut penyamaran nya sebagai Evan terbuka di hadapan Arandita.


"Ibu?" Arandita mengejutkan ibu panti yang sedang memandangi wajah tampan Revan dengan tatapan aneh.


"Hahh, iya nak Aran! selamat ya untuk pernikahan kalian berdua semoga cepat di berikan momongan.'' Ucap Ibu panti dengan penuh ketulusan.


"Aamiin"


'Entah benar atau tidak jika ada yang mendoakan kita dengan kebaikan apakah salah jika kita mengaminkan doa mereka, walau sebenarnya sangat tidak memungkinkan bagi kami untuk mempunyai satu anakpun dari pernikahan ini.'' Arandita berbicara dalam hatinya. Kini Arandita menatap suaminya yang sedang menggendong salah satu bayi panti dengan senyuman manis yang baru pertama kalinya ia lihat.

__ADS_1


"Terimakasih atas doanya bu!"


"Ahh lihatlah suami mu ternyata sangat menyukai dunia anak-anak!" seru ibu panti terus memuji Revan di depan Arandita sebagai contoh suami siaga dan bertanggung jawab.


Namun Arandita hanya menjawabnya dengan senyuman saja karena dua bulan sudah Arandita menikah dengan seorang Revan Alexander, namun dia tidak pernah tau apapun tentang suaminya bahkan ia pun tak pernah merasa pernikahan ini pernah terjadi.


Vino mulai mendekati Revan yang sedang asyik bermain bersama anak-anak panti. "Bro! seperti nya kau sudah cocok mengubah titelmu saat ini!'' seru Vino yang memulai kembali membuka candaan garingnya.


Revan pun mengerutkan keningnya menatap ke arah Vino dengan raut wajah bingungnya, "titel apa?"


"Kemarilah dekatkan kupingmu!" sahut Vino yang langsung di turuti oleh saudara sepupunya.


Revan mendengus kesal, menatap tajam ke arah Vino yang terus menggoda nya. Dan mulai beralih menatap Arandita yang terus memegangi ponselnya, dan menelpon seseorang lalu pergi ke luar dari ruangan yang sedikit bising itu.


Revan hanya melihat sekilas, sebenarnya ia juga penasaran dan ingin mengikuti nya namun Revan takut jika Vino memergokinya kembali dan terus menjadikannya bahan Buly'an


...----------------...

__ADS_1


Di tempat lain seorang wanita cantik turun dari pesawat dengan berpakaian seksi berjalan dengan centilnya.


"Hei bukankah itu model Shella!" teriak seorang wanita dengan sangat histeris menatap penuh kagum pada wanita yang kini berjalan dengan asisten pribadinya.


"Iya benar, dia sangat cantik!"


Teriakan histeris dan tatapan penuh ke kaguman para pria dan wanita di bandara itu pun terdengar sampai ke telinga Shella. Ia merasa sangat senang setelah menjadi model semua mimpinya tercapai dengan sempurna, dengan hitungan waktu saja ia sudah di kenali banyak orang.


Beberapa orang langsung menghampiri Shella untuk meminta poto bersama, namun para bodyguard nya langsung menghalangi dan memberikan jalan untuk Shella agar tidak terjadi apa-apa kepada Shella.


Dengan susah payah para bodyguard itu melindungi Shella menghindari para pans dan para reforter yang ingin mengambil foto Shella. Hingga akhirnya shella bernafas lega bisa meninggalkan Bandara dan memasuki mobil mewah yang sudah terparkir menunggu kedatangan nya.


"Nona Shella apa kau baik-baik saja, tidak ada luka di dalam tubuhmu kan?" manager nya langsung memindai seluruh tubuh Shella dengan sangat teliti.


Karena bagi seorang model tubuhnya adalah sebuah investasi dan aset berharga baginy, Shella kembali ke negara nya untuk pemotretan iklan jadi Shella tidak boleh ceroboh dan berbuat sesuka hatinya.


Namun Shella tidak perduli dengan apapun yang di katakan oleh managernya Shella selalu berbuat sesuka hatinya, dan tidak mau mendengar kan saran apapun baik itu dari managernya ataupun asisten pribadi nya sendiri.

__ADS_1


"Sayang Aku kembali." Dengan tersenyum ceria wanita itu menatap jalanan yang ia lewati di balik kacamata hitamnya.


__ADS_2