Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 78


__ADS_3

"Ehh tante elisa, apa kabarnya tan" Marissa mulai berbasa-basi.


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri" tanya mama Elisa balik.


"Alhamdulillah baik juga tante, tan Risa mau ngajak arandita makan di luar boleh ya'' Marissa mulai mengeluarkan jurus rayuannya.


"Mau kemana?"


"Biasa mau makan di warung baksonya mang ujang, iya kan ran?" Marissa langsung menepuk lengan sahabatnya yang terlihat hanya diam saja.


"iya ma.. bentar aja kok"


"Yaudah kalian boleh pergi tapi hati-hati ya"


mama Elisa mengijinkan mereka pergi karena mama Elisa tahu bahwa menantu kesayangan nya butuh teman untuk menghilangkan kesedihan yang baru di alami nya.


"Yeay, makasih tante" Marissa bersorak gembira.


kemudian mereka berdua pun berpamitan dan pergi meninggalkan mansion.


"Sa, jangan bilang-bilang sama ibu ya tentang kejadian ini, aku takut nanti ibu malah sakit gara-gara kepikiran"


"Oke tenang Marissa bisa menjaga rahasia dengan baik" Marissa pun mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


"Good" arandita pun mengacungkan jempol nya.


"Jadi kita mau ke warung bakso mang Ujang kan" tanya Marissa kembali.


"Cari mangga muda enak kaya tuh rujakan siang-siang begini" ucap arandita dengan wajah mupeng nya.


"kaya orang ngidam aja rujak mangga muda, apa kamu emang lagi ngidam ran?" ucap Marissa asal.


deghh


ucapan Marissa mengingatkan sesuatu hal yang arandita lupakan.


"Kayaknya bulan kemarin aku nggk dapat tamu bulanan deh sa" arandita mulai panik.


"Wahh kayaknya aku bakal punya ponakan baru nih" ucap heboh Marissa.


Aku nggak mungkin hamil kan, bagai mana nanti jika mas revan tidak menerima kehadiran nya, karena malam itu hanyalah sebuah kecelakaan saja.


"Ran, ran helow" Marissa melambaikan tangannya di depan wajah arandita terdiam dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


Kemudian arandita pun tersadar dari lamunannya, "Sa kita cari ke apotek terdekat sekarang."


"oke" Marissa pun menurut saja dengan apa yang di perintahkan sahabatnya.

__ADS_1


setelah melajukan mobilnya beberapa meter mobil Marissa pun berhenti di depan apotek.


"Tunggu disini sebentar ya" lalu arandita pun sedikit berlari memasuki apotek tersebut dan membeli beberapa tespek dengan merek yang berbeda.


setelah mendapatkan apa yang arandita dapatkan, mereka berdua pun pergi ke apartemen milik Marissa.


"emangnya kenapa sih ran kalau beneran kamu hamil, lagian kamu juga udah punya suami kan, anak itu rezeki ran" tanya Marissa penasaran.


"Bukan masalah itu yang aku takutkan sa, tapi aku cuma khawatir anak yang aku kandung tidak di akui oleh ayahnya, karena hubungan antara kita tidaklah sedekat itu Marissa" arandita mulai merasa frustasi.


"Semua pasti akan baik-baik saja ran aku ada bersamu" Marissa menghentikan mobilnya dan memeluk arandita untuk menguatkan sahabatnya itu.


"terimakasih karena kamu selalu ada buat aku sa"


"Kita sahabat untuk selamanya ran jangan pernah sungkan untuk mengatakan apapun"


setelah selesai dengan acara berpelukan mereka berdua pun memasuki apartemen Marissa.


sudah sepuluh menit arandita di kamar mandi namun tidak terdengar apapun, sedangkan di luar kamar mandi Marissa sedang menunggu kabar dari sahabatnya.


"Ran, gimana udah belom lama benget sih"


"Sabar sebentar lagi sa" kemudian arandita pun keluar dengan membawa beberapa tespek di tangannya.

__ADS_1


"Kayaknya aku nggak hamil sa, coba lihat deh samar kan"


bersambung...


__ADS_2