
masih flashback
Shella tertawa sangat puas, setelah melihat berita kematian Zia andra yang tersebar di internet, berita itu mengatakan bahwa zia berkendara dalam keadaan mengantuk.
Shella merasa sangat tenang karena Shella sudah menghapus semua bukti yang menunjukkan bahwa, ialah yang menjadi penyebab kematian sahabatnya, shella tidak tahu bahwa masih ada beberapa rekaman cctv yang masih tertinggal.
saat shella menyadari kesalahannya, ia memutuskan untuk pergi ke luar kota untuk bersembunyi, Disana lah ia bertemu dengan seorang revan Alexander, Shella tahu siapa revan hingga ia mulai memanfaatkan revan dengan wajah polosnya.
Disaat vino akan membongkar kejahatannya shella meminta perlindungan kepada revan, ia berkata bahwa ia tidak bersalah dan menceritakan hal yang sebaliknya pada revan.
karena rasa cinta yang begitu besar membuat revan percaya pada shella dan mencoba melindungi Shella, dari tuduhan sepupunya.
walau beberapa puluh kali vino menjelaskan pada revan, namun revan terap tidak mempercayai nya, karena yang vino berikan saat itu hanyalah rekaman dua wanita yang sedang bertengkar.
flashback end
Arandita yang mendengar cerita dari mama elisa membuat nya merasa geram.
__ADS_1
"Sekarang aku sudah mendapatkan semua bukti yang cukup kuat, untuk menyeret pembunuh kakakku" ucap vino sambil mengepalkan tangannya.
"Apa kau tidak memberikan bukti lain yang sudah kau dapatkan saat ini kak, aku yakin mas revan pasti mengerti?"
Arandita masih tidak mengerti dengan teka-teki revan, mengapa ia sangat melindungi Shella padahal Zia sendiri adalah saudara sepupunya.
"Aku sudah pernah memberikan rekaman video cctv itu, tapi Shella begitu licik dia mengubah rekaman cctv menjadi sebuah lelucon, dan sampai saat ini revan tidak pernah suka jika aku membahas tentang kakak dan shella."
vino menjelaskan semua semua nya secara mendetail, arandita hanya mengangguk mengerti dengan apa yang terjadi di keluarga Alexander.
mama elisa menghela nafas panjang, lalu beralih pada menantunya,
"Buatlah revan percaya pada mu aran" ucap vino kembali.
"Baiklah Kini giliran ku untuk maju, dan membuka mata suamiku siapa wanita yang sangat dia lindungi itu." arandita berbicara dengan penuh percaya diri.
vino dan mama elisa pun tersenyum puas melihat semangat yang berkobar dalam diri arandita, untuk mempetahankan hubungan bpernikahan nya dan memberikan keadilan untuk zia.
__ADS_1
Setelah percakapan dengan vino dan mama mertua nya, kini arandita sedang berada di kamar revan berjalan mondar-mandir, memikirkan cara untuk membuat revan mengerti, bahwa Shella tidaklah sepolos yang revan lihat.
"tunggu, siapa tadi nama pria yang menjadi kekasih dari mendiang zia?" arandita kembali mengingat-ingat nama pria itu.
"Zayn Pradipta, ya aku seperti mengenalnya, nama itu seperti tidak asing lagi." arandita memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.
*
Revan masuk ke apartemen milik shella, melihat shella yang sedang mencoba menyayat pergelangan tangan nya, Dengan langkah cepat nya Revan membuang pisau yang berbeda di tangan Shella kesembarang tempat.
"Shella apa yang kau lakukan" revan langsung memeluk Shella dengan perasaan cemas.
dengan cepat ia menghentikan aliran darah yang mengucur dari pergelangan tangan shella.
"Baby aku mencintaimu aku tidak bisa hidup tanpamu, aku mohon jangan tinggalkan aku" shella menangis dalam pelukan revan.
tanpa revan sadari shella tersenyum smirk.
__ADS_1
bersambung...