Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 94


__ADS_3

Revan menatap tajam ke arah Zayn dan arandita yang sedang berdansa dengan begitu mesra, revan mengeras kan rahangnya dan mencengkeram kuat pinggang Shella yang kini sedang berdansa dengan nya.


"Aahh..." rintih Shella yang merasa kesakitan karena cengkraman revan, "baby apa sedang yang kau lakukan kau menyakitiku" ucap Shella menahan rasa sakit di pinggangnya.


namun bukannya revan melepaskan cengkraman nya, ia malah lebih mempererat cengkraman nya saat melihat wajah zayn semakin dekat dengan istrinya.


Ternyata pemandangan itu menjadi tontonan gratis untuk seseorang yang sedang menikmati hidangan yang disajikan di pesta itu, "Wahh seperti nya bakal ada perang dunia ke tiga nih, bau-bau kecemburuan sudah tersebar sampai langit ke empat" Marissa tertawa cekikikan melihat tontonan gratis di lantai dansa, sambil menikmati kue di tangannya.


"dasar tidak waras senyum-senyum sendiri" ucap Jesica dengan nada sinisnya.


Marissa hanya memutar bola matanya malas mendengar sindiran wanita yang berada di sampingnya.


"gue rasa dia memang sudah tidak waras jes," timpal siska.


"Ehh liat di sana ada tuan vino asisten pribadi nya tuan muda Alexander'' tunjuk Siska pada pria yang sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka.


"Wahh ternyata dia sangat tampan ya" Jesica menatap vino dengan penuh ke kaguman.


karena penasaran dengan apa yang di bicarakan dua gadis tukang onar itu Marissa pun melihat ke arah yang sama, Marissa tersenyum miring setelah melihat siapa yang sedang di kagumi para gadis yang berada disampingnya.


"Ckckck segitu kalian bilang tampan" Marissa tersenyum meledek.

__ADS_1


"hehh apa maksudmu, bilang saja kalau kau iri" kesal siska.


"Haahhh iri pada kalian! bukan levelku, aku bahkan bisa mencium pria itu saat ini juga" ucap Marissa dengan nada sombongnya.


"Oyeah.. coba buktikan!" tantang Jesica.


"mampus gue, nih Mulut nggak ada rem nya sih"


Marissa mengutuk kebodohan nya sendiri.


"oke siapa takut" ucap Marissa dengan mantap sambil berjalan dengan elegan, walau dalam hatinya sudah sangat ketar-ketir.


Di lantai dansa Shella menari dengan menahan rasa perih di pinggangnya karena cengkraman tangan revan yang semakin erat, "Baby aku mohon lepaskan cengkraman mu itu sangat menyakiti ku" bisik Shella di samping telinga revan.


"Tidak masalah" jawab Shella masih dengan raut wajah yang menahan sakitnya.


Sebenarnya revann tidak terlalu nyaman berdekatan dengan Shella karena rasa mualnya akan kambuh jika shella mendekati nya, namun revan tahan demi menjaga image nya di depan publik.


flashback


Berawal dari revan menghampiri shella ke apartemen nya, dengan sangat senang shella langsung berlari menghampiri revan dan ingin memeluk nya.

__ADS_1


"Baby kau sudah datang"


"Stop!" revan menutupi mulutnya karena merasa sangat mual, menyuruh shella untuk tidak mendekati nya.


"Kenapa?" tanya shella bingung.


"Kau itu memakai parfum apa bau sekali" revan menutup mulutnya menahan mual.


"Aku tidak memakai parfum apapun, bahkan aku baru mandi" ucap Shella ia merasa sangat terhina mendengar ucapan yang di lontarkan kepada nya, namun ia masih bersikap Semanis mungkin di hadapan revan.


"Cepat pergi lah kau sangat bau" usir revan.


Shella merasa sangat kesal namun ia menahannya dalam hati saja, dengan cepat Shella pun kembali ke kamar mandi untuk mandi ulang begitu lah sampai Shella mandi untuk ketiga kalinya karena revan terus menyebut dirinya bau.


flashback end.


*bonus bab untuk para reader ter❀️


terimakasih atas dukungan kalian ya, sambil menunggu bab selanjutnya jangan lupa mampir juga di karya autor yang berjudul "After wedding".


terimakasih selamat membaca dan jangan lupa tambah ke favorit (πŸ’™) agar terus bisa mengikuti kisah mereka.πŸ€—πŸ’•

__ADS_1


BigLove buat kalian semua 😘


__ADS_2