Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 109


__ADS_3

Arandita dan marissa pun terhuyung ke depan dashboard mobil beruntung nya mereka tidak terluka karena memakai sabuk pengaman , "Astaghfirullah ada apa ini" ucap arandita sedikit shock.


namun tak hanya arandita saja Marissa pun mengalami hal yang sama dengan sahabatnya itu. ''hampir copot nih jatung" timpal Marissa.


beberapa orang terlihat mengelilingi mobil nya membuat arandita dan marissa bingung dengan apa yang terjadi,


"Ada apa ini " arandita melihat satu persatu di antara mereka tumbang di pukuli oleh orang-orang bertopeng.


"kayaknya seru nih ran aku boleh coba jurus yang kamu ajarkan itu nggak sih ran?'' tanya Marissa antusias, karena setelah kejadian yang menimpanya pada hari itu Marissa bertekad untuk bisa menguasai seni ilmu beladiri untuk menyelamatkan nya dari hal yang terdesak seperti saat ini.


"Kita tidak boleh gegabah kita harus menunggu sini saja kita lihat seberapa besar kekuatan mereka" ucap arandita yang masih memantau orang-orang bertopeng itu.


"Lindungi nyonya, aku akan menelpon untuk segera mencari bantuan kita kalah jumlah dengan mereka" teriak pemimpin para pengawal yang di tugaskan revan.


"baik"


"Kenapa lama sekali para polisi itu tiba" ucap marissa yang menunggu kedatangan polisi zayn untuk mengamankan para pria bertopeng.


"mungkin masih dalam perjalanan" Jawab arandita sekenanya saja.

__ADS_1


lama menunggu kini arandita sudah tidak sabar untuk tetap diam lagi melihat ulah dari para pria bertopeng itu, "kamu siap sa?"


"okey misi akan di laksanakan guru" kekeh Marissa.


"Bagus!, ingat jangan sampai legah sebisa mungkin untuk menghindari pukulan"


"kenapa memangnya" tanya Marissa polos.


''ya karena sakit oneng" arandita menonyor kening sahabatnya. lalu Arandita dan Marissa pun keluar Karena semua pria yang menjaga mobilnya kini sudah tumbang semua.


"nyonya jangan keluar aku mohon," ucap pria yang tergeletak dengan banyak luka itu berbicara kepada arandita sambil menahan rasa sakit di tubuh nya.


"mas-mas aku cantik tidak" tanya Marissa pada dua pria bertopeng yang sedang mengeroyok pengawal revan.


mendengar ucapan Marissa mereka berdua pun melirik ke arah nya dan melihat Marissa yang sedang bergaya di sana,


"maaf ya aku tidak bisa bertarung seperti mereka tapi aku hanya bisa satu hal"


"apa itu" ucap dua pria bertopeng itu serempak.

__ADS_1


"ini dan begini" Marissa dengan kilat menendang benda pusaka mereka dengan begitu keras hingga jatuh pingsan.


sedangkan pengawal yang melihat kejadian itu meringis ngilu melihatnya, "perempuan berbahaya" ucapnya lirih.


lain Marissa lain juga arandita jika sudah di lapangan arandita tidak akan melepaskan musuh-musuh nya begitu saja


"minggir nyonya" teriak pengawal itu.


sreettt...


pisau itu berhasil melukai punggung kekar yang melindungi arandita, bersama dengan itu polisi zayn dan pasukannya pun tiba untuk mengamankan lokasi.


dan beberapa mobil ambulance pun datang untuk menolong para pengawal yang terluka, dengan senyum mengembang marissa pun akan menghampiri polisi zayn yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


namun tiba-tiba suara seseorang membuat senyuman itu hilang bagaikan debu di tiup angin, "di saat genting seperti ini kau malah ingin menggoda polisi yang sedang bertugas, wanita macam apa kau ini"


"jaga bicaramu tuan sombong" dengan perasaan kesal Marissa pun pergi meninggalkan tempat itu menuju mobilnya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2