Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 118


__ADS_3

Arandita mulai mencuri dengar dengan apa yang sedang di bicarakan oleh kedua pria yang berada di dalam ruangan itu, ia pun mulai memasang telinganya baik-baik.


"Lalu bagaimana dengan perasaanmu pada arandita?" tanya vino pada revan.


"untuk apa kau menanyakan hal itu"


"aku hanya ingin tahu saja apa salahnya" ucap vino.


"Awalnya aku hanya memanfaatkan dia saja agar mama tidak terus-menerus menjodohkan ku dengan para gadis-gadis pilihannya, dan menunggu sampai Shella kembali tapi sekarang ada anakku yang tumbuh di rahimnya jadi aku hanya_"


"aku tanya kau mencintai nya atau tidak, atau kau hanya menginginkan anakmu saja" vino mulai memotong pembicaraan Revan dengan tatapan menyelidik.


"iya kau benar aku hanya mau anakku"


deghh


bagai tersambar petir di siang bolong arandita begitu hancur mendengar perkataan yang di ucapkan oleh revan, arandita memundurkan langkahnya menjauhi ruangan itu.


"jadi dia baik padaku hanya karena aku sedang mengandung anak nya saja" dengan perasaan sedih dan kecewa arandita pun meninggalkan tempat itu.


sedangkan di dalam ruangan vino dan revan masih berdebat dengan apa yang baru saja di katakan oleh revan.

__ADS_1


"jadi kau tidak mencintai ibu dari anakmu"


"aku tidak mengatakan hal itu" sanggah revan.


"lalu''


"Aku sangat mencintai dan menyayangi aranditaku sepenuh hati." ucap revan sambil tersenyum.


"Ahhh aku sangat merindukan nya saat ini" ucap revan lagi sambil melangkah pergi meninggalkan vino di ruangan itu.


"mulai bucin lah tuh" sindir vino. namun revan tak perduli dengan apa yang dikatakan oleh sepupunya itu, karena yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah arandita dan arandita saja.


Arandita kembali ke ruangan revan dengan wajah sedikit sembab karena menangis.


"Aku baik, aku hanya perlu istirahat saja dan satu lagi jika tuan kalian datang jangan pernah bilang tentang apapun dan jangan katakan aku juga keluar dari ruangan ini."


"baik nyonya"


setelah itu ia pun masuk kembali ke dalam ruangan revan dan menghapus air matanya.


arandita merasa sangat sedih mendengar setengah dari percakapan antara vino dan revan, ia tak sanggup lagi jika harus mendengar kejujuran revan yang akan membuatnya lebih sakit hati hingga arandita memutuskan untuk pergi dari tempat tadi.

__ADS_1


"aku kira hubungan antara kita masih bisa di perbaiki dengan kehadiran buah hati kita tapi nyatanya aku salah, kau masih mencintai wanita lain"


arandita pun membasuh wajahnya dan melihat pantulan dirinya di cermin, "aku memang bukan kriteria nya wajahku saja pas-pasan begini" gumam arandita.


"Arandita, arandita dimana kau" teriak seorang Pria di ruangan itu. ya, siapa lagi kalau bukan suaminya.


ceklek


"owh disini kamu rupanya'' ucap revan lega.


"kenapa" tanya arandita dengan nada ketusnya melihat pantulan suaminya di cermin.


"tidak ada" ucap revan singkat. lalu keluar dari ruangan itu.


*


*


setelah hari itu arandita sedikit menjauh dari revan ia tidak ingin terjebak dalam dilema cinta yang begitu rumit nanti nya, tak hanya itu arandita pun sudah menyiapkan segala sesuatunya jika suatu hari ia harus pergi dari kehidupan revan untuk selamanya.


"Bagaimana apa kau sudah siap" tanya revan lewat sambungan telepon nya.

__ADS_1


"iya aku akan datang sebentar lagi" setelah mengatakan hal itu arandita pun langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


bersambung...


__ADS_2