Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 105


__ADS_3

Jam makan siang pun telah tiba para karyawan dan karyawati mulai memenuhi kantin kantor untuk mengisi perutnya masing-masing, begitu juga dengan arandita dan Marissa .


"Ran kamu yakin mau pesen dua mangkuk sekaligus" tanya Marissa tak percaya.


"Yakin! habis aku laper banget sa mana tadi pagi cuman sarapan sedikit" keluh arandita sambil mencium wangi kuah soto ayam miliknya.


"wah rasanya nggak kaleng-kaleng sa" ucap arandita saat menyeruput kuah sotonya.


"Iya tapi tetap aja bakso mang Ujang masih nomor satu di hatiku apalagi kalau di tambahin bonus baksonya mantul deh love you mang ujang" Marissa sambil cekikikan.


"Huss hati-hati woy mang ujang udah punya istri cari yang lain aja jangan jadi pelakor kena azab tahu rasa loe ya." arandita mulai membumbui candaan sahabatnya.


"amit-amit deh, terus aku harus sama siapa dong"


"kak vino bagaimana?"

__ADS_1


Marissa langsung tersendat makanannya sendiri saat mendengar ucapan yang Dikatakan oleh sahabatnya itu, "apa kau tidak salah aku lebih baik menjomblo saja dari pada harus menjadi kekasih pria itu".


"kenapa memangnya aku rasa kak vino cocok dengan mu" tanya arandita dengan tatapan menyelidik.


"yang benar saja arandita aku dan dia tidak cocok sama sekali kau pun tahu itu" bantah Marissa karena memang Marissa tidak pernah akur jika saat mereka bertemu selalu ada saja hal yang membuat Marissa kesal.


"baiklah bagaimana dengan Polisi zayn


bukankah kau suka dengan polisi tampan itu" goda arandita sambil menaik turunkan sebelah alisnya.


"sudahlah jangan di bahas cepat habiskan makananmu" marissa dengan wajah yang sedikit malu-malu.


"siap calon ibu bhayangkari" arandita semakin gencar menggoda sahabatnya itu.


dan ucapan arandita pun sukses membuat Marissa Semakin salah tingkah di buatnya, "dengar sa kalau aku jadi seperti mu aku pasti sudah mulai mendekati pak zayn, dia polisi muda tampan dan jangan lupakan senyuman nya itu manis sekali membuat siapapun yang melihatnya pasti akan meleleh" arandita sedikit memuja polisi tampan itu sambil memeluk udara yang ia anggap sebagai polisi zayn.

__ADS_1


saat dua sahabat itu sedang makan siang sambil Asyik bercakap-cakap dengan santainya di belakang kursi yang sedang mereka tempati, ada dua pria yang sedang mendengarkan percakapan mereka dengan hati yang terbakar api cemburu dan pria lainnya sedang merasa sangat kesal dengan ucapan wanita di seberangnya itu.


"Apa-apaan dia itu sudah punya suami tapi mengapa masih memuji pria lain di belakangku, aku juga tampan dan sangat kaya" ucap revan dengan bangganya.


"dia bilang senyumannya manis" ucap vino mulai mengompori sepupunya.


"Senyuman manis apanya bahkan aku lebih unggul darinya" revan kini mulai merasa sangat kesal, niat hati ingin selalu dekat dengan istrinya dan mengorek tentang informasi kehamilan istrinya namun ia malah mendengar apa yang tidak ingin dia dengar.


setelah lama bercakap-cakap arandita baru menyadari kemana para penghuni kantin itu sedikit menjauh dan menatap aneh ke arah mereka "sa lihat deh kenapa mereka semua terkesan menjauhi kita ya"


"Entahlah, tidak perlu di pikikan" ucap marissa yang kembali santai dengan makan siangnya.


"pantas saja semua orang menjauh ternyata si tuan menyebalkan ada di sini rupanya" gumam arandita dalam hatinya saat ia tahu mengapa para penghuni katin menjauhi mereka.


arandita pun dengan cepat menghabiskan makanannya dan memberikan kode pada Marissa bersiap untuk kabur dari tempat itu.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2