Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 60


__ADS_3

brraaaakkk...


suara barang-barang yang berjatuhan di lantai, diiringi dengan suara teriakan Shella yang sedang mengamuk, karena rencananya kini telah gagal total.


dengan penampilan yang begitu acak-acakan, shella terus berteriak dan menghancurkan semua barang yang berada di hadapannya.


"aku tidak akan membiarkan siapapun menghalangi rencana ku, untuk memiliki revan Alexander " teriak Shella penuh dengan penuh kemarahan.


"Nyonya elisa, apapun yang kau lakukan untuk menghalangi aku, aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi, karena apapun akan aku lakukan demi mendapatkan putramu haha..." Shella berkata kepada foto mama elisa yang menempel di dinding kamarnya.


Shella tertawa lalu sedetik kemudian ia berjalan menatap foto mama Elisa, dan menancapkan pisaunya di sana.


"Aku tidak akan membiarkan mu mengalahkan aku, nyonya Elisa!" shella menatap penuh kemarahan pada foto mama elisa yang tertancap pisaunya.


ya sebenarnya shella lah yang menyebarkan foto dirinya bersama dengan revan malam itu, ia memotretnya dan meminta seseorang untuk menyebarkan nya di internet.


Shella merasa sangat marah rencananya kini gagal, namun ia tidak akan menyerah begitu saja.

__ADS_1


shella mengambil handphone miliknya, dan menelpon seseorang untuk mencari tahu siapa gadis, yang sudah menjadi istri dari Revan Alexander.


"cari tahu tentang gadis berinisial ZA itu, aku tidak mau tahu bawa dia secepatnya ke hadapan ku" setelah mengatakan itu Shella pun melemparkan ponselnya ke sembarang arah.


...----------------...


Di mansion Alexander, mama Elisa sedang berakting seolah dirinya memang sedang sakit, agar putranya tetap berada di sampingnya, dan tidak mempedulikan shella.


semua itu sudah ia rencanakan bersama dengan keponakannya vino, dan semua misinya telah sukses karena revan lebih memilihnya dan meninggalkan shella begitu saja.


itu terbukti dari ponsel revan yang terus berdering menampakkan nama shella di sana, namun revan tidak mempedulikan nya sama sekali.


mama elisa tersenyum sinis, " dengar shella, aku tidak akan membiarkan kau menguasai putraku" gumamnya dalam hati.


*


satu Minggu telah berlalu dengan begitu cepat, kini revan sedang duduk di meja kerjanya menggunakan pakaian santai, sudah satu munggu ini revan tidak masuk ke kantor, karena pokus memantau kesehatan mamanya.

__ADS_1


Revan mengetuk-ngetukkan jarinya di meja, ia begitu frustasi karena Shella terus menerus menelpon nya, dan memberikan sebuah ancaman pada revan.


shella memang wanita yang begitu revan cintai shella adalah cinta pertamanya, Revan mencintai shella karena ketulusan dan kelembutan hatinya, itulah yang membuat revan jatuh hati pada sesok shella.


karena itulah revan mau menunggu Shella, walaupun revan sedikit kecewa dengan keputusan shella yang memilih pergi keluar negeri saat ia melamar nya.


kini shella kembali dengan penampilan barunya, revan merasakan suatu hal yang aneh pada dirinya, rasa cinta dan rindu yang selalu revan simpan di dalam hatinya.


kini seperti debu di tiup oleh angin, terlebih saat revan sudah menyentuh arandita ia merasa bahwa kini arandita adalah miliknya.


revan membuka laci mengambil kertas perjanjian kontrak pernikahan nya bersama dengan arandita, revan kembali membaca poin-poin yang ia terapkan di sana.


namun ada satu poin yang sudah dia langgar, Revan baru mengingat bahwa di poin terakhir revan mengucapkan bahwa ia akan menceraikan arandita saat kekasihnya kembali.


"Aku rasa aku sudah tidak membutuhkan surat ini!" dengan penuh pertimbangan revan pun menyobek kertas perjanjian itu sampai tak terbentuk lagi.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2