Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 132


__ADS_3

Malam berlalu pagi pun menyingsing menampakkan sinarnya melalui celah-celah jendela arandita terbangun dari tidurnya, namun tubuhnya terasa berat karena di himpit tubuh suaminya.


"kaki segede ini malah nangkring di sini" arandita pun menurunkan kaki suaminya yang dengan perlahan agar tidak menggangu tidur suaminya.


dengan perlahan arandita pun turun dari tempat tidur untuk membersihkan dirinya, Seteh beberapa menit arandita pun akan kembali ke kamarnya namun ia terkejut saat melihat suaminya berdiri di depan pintu kamar mandi.


Arandita hampir terjatuh jika tidak langsung di tangkap oleh revan, "sayang kau baik-baik saja kan" revan sedikit terkejut dengan reaksi istrinya.


"aku baik-baik saja"


"hampir saja yank" Revan masih sedikit shock ia pun langsung memeluk erat tubuh istrinya.


tak dapat di bayangkan jika istri nya Sampai jatuh tadi, "maaf sayang aku mengejutkan mu tadi" ucap revan dengan perasaan bersalahnya.


"sudahlah aku baik-baik saja sayang" arandita pun mulai menenangkan suaminya.


"apa kau butuh sesuatu,'' tanya arandita kembali.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya butuh dirimu saja" ucap revan tak melepaskan pelukannya.


arandita hanya diam dan menurut saja ia berpikir bahwa suaminya melakukan hal itu karena kehamilan simpatik yang ia ceritakan beberapa hari lalu, jadi arandita tak berani menolak atau pun melarang nya.


setelah beberapa menit kemudian, "sayang kakiku pegel" rengek arandita yang merasakan kesemutan di kakinya karena terlalu lama berdiri dengan posisi yang sama.


"Maaf aku terlalu menikmati kenyamanan ini" ucap revan melerai pelukannya.


"sayang kamu mau apa" tanya arandita terkejut saat suaminya menggendong nya"


"turunkan aku sayang, kau mandilah aku akan menyiapkan pakaian mu"


"Aku ini sudah mandi jadi kau saja yang mandi" arandita pun mendorong tubuh suaminya masuk ke dalam kamar mandi, namun revan tidak melepaskan tangan istrinya agar ikut bersamanya.


"Arandita, Arandita apa kamu sudah bangun nak" ucap mama Elisa dari luar.


"Aran bangun ma" teriak arandita di samping telinga suaminya.

__ADS_1


dengan sigap revan pun menutupi telinganya yang berdenging karena teriakan dari istrinya, "Sayang mama tidak akan mendengar suara mu lebih baik ayo kita mandi bersama" ajar Revan sambil memegangi sebelah telinganya.


"Aku udah mandi lho mas masa harus mandi lagi"


"sayang!"


"iya sayang" ucapa arandita sedikit salah tingkah di buatnya.


ketukan pintu kamar pun terdengar kembali di iringi suara mama mertua nya, dengan cepat arandita menghempaskan tangan suaminya dan berjalan menghampiri pintu.


"Mama itu mengganggu saja, kapan enak-enak nya kalau baru nyari kesempatan saja udah di tikung duluan." ucap revan yang melihat punggung istrinya yang menghilang di balik pintu.


sedangkan di tempat lain seorang wanita sedang kesal melihat layar televisi dengan berita Dan gambar yang sama di setiap channel.


Acara pesta semalam menjadi topik utama di media sosial terutama pemboikotan Shella dari dunia hiburan dan dunia modeling karena reputasi nya yang sangat buruk.


"sayang sekali karier yang bagus harus berakhir mengenaskan, ck ck" vinia berdecak menyayangkan.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka bahwa gadis kampungan itu bisa berakhir menjadi istri dari pria sukses di usia muda nya" vinia sedikit iri dengan keberuntungan yang didapat kan arandita, ia juga masih tidak menyukai arandita meskipun kini angga sudah sudah sah menjadi suaminya, namun arandita tetap ada di hati angga .


__ADS_2