
Setelah menceritakan semuanya pada zayn vino pun langsung membuka rekaman kamera yang ia pasang di penjuru mobilnya.
tak hanya memutar rekaman kamera yang berada di dalam mobilnya vino pun mulai meretas kamera cctv yang berada di taman itu.
hingga vino dan zayn pun tahu siapa pelaku pembakaran sepeda motor arandita, vino Merasa sangat geram dengan apa yang sudah wanita itu lakukan.
"Dasar wanita ular, lihat saja nanti pem balasanku pada mu" geram vino sambil terus mengepal erat tangannya.
Dan kini zayn pun percaya bahwa sahabat mendiang kekasihnya yang terlihat lugu dan polos itu hanyalah topeng belaka.
"Vino kirimkan semua ini padaku" ucap zayn tanpa mengalihkan perhatiannya dari video yang sedang memutar rekaman cctv itu.
"Baik Aku akan mengcopy nya terlebih. dahulu"
karena vino tahu betapa liciknya Shella, ia pun melai memperbanyak video itu.
"Dengar zayn shella adalah wanita yang pandai mengelak, jadi lebih baik kita atur penangkapan nya jangan terlalu terburu-buru" ucap vino mengingat sebelum mereka berpisah
"Baiklah atur saja semuanya, aku akan siap kapan pun itu"
setelah semuanya selesai dengan urusan mereka zayn dan vino pun berpisah dan Mulai disibukkan dengan kegiatan nya masing-masing.
sedangkan di mansion Alexander arandita merasa sangat bosan karena seharian hanya berdiam diri, karena mama Elisa melarangnya untuk melakukan apapun.
__ADS_1
'' kalau seharian penuh aku hanya makan dan tidur apa bedanya sama si komo"
komo adalah kucing kesayangan ibu, agar tidak merasa kesepian setelah arandita menikah dengan revan, ibu mulai memelihara seekor kucing untuk menemani nya di rumah.
Arandita mulai mengambil ponselnya di atas nakas untuk menghubungi seseorang, setelah beberapa menunggu panggilan pun tersambung.
"Halo princess Marissa yang selalu cantik sepanjang masa" goda arandita.
"piling gue gak enak nih" ucap marissa dalam sambungan telepon nya.
"Risa temenin aku di mansion dong, boring nih"
"Sudah kuduga"
"ck... iya saya akan datang memenuhi panggilan anda, jangan lupa sesajennya di siapin" Marissa langsung mematikan sambungan telepon nya.
"pake sesajen segala emangnya lu demit atau siluman, halo.. halo dasar wong gemblung, untung Bestie kalau nggak udah aku kawinin sama si komo" arandita merasa kesal karena panggilan telepon nya di matikan secara sepihak oleh sahabatnya.
setelah menunggu beberapa puluh menit akhirnya marissa pun sudah sampai di halaman manson Alexander, dan sudah di tunggu oleh sahabatnya.
"Lama banget sih" teriak Arandita sembari cemberut.
" mungkin sesajennya kurang" Marissa langsung tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Tumbennan nggak kamu aja yang keluar" tanya Marissa.
"motorku di bakar orang" arandita menjawab pertanyaan sahabatnya dengan lemas.
"What! yang bener aran" teriak Marissa tepat di dekat telinga arandita
"Biasa aja kagetnya, sakit kuping gue" arandita mengucek telinga nya yang terasa berdenging.
"Sorry" Marissa mulai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"terus gimana palakunya udah tertangkap apa belum?" tanya Marissa lagi.
"Entahlah kak vino yang sedang mengurusnya"
Marissa pun merasa sangat prihatin dengan musibah yang terjadi pada sahabatnya, karena Marissa juga tahu berapa lama arandita mengumpulkan uang untuk membeli motor itu.
"Gimana kalau sekarang kita makan di warung baksonya mang ujang, tenang aku yang traktir deh kamu boleh makan sepuasnya" ajak marissa untuk mengalihkan kesedihan sahabatnya.
"penawaran menarik"
namun bukan arandita yang menjawabnya tapi orang yang ada di belakangnya lah yang menjawab.
bersambung..
__ADS_1