Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 6


__ADS_3

Keesokan harinya arandita akan menemui pria yang membawa kartu mahasiswa nya, sebelum berangkat Aran juga berpamitan kepada sang ibu, dengan alasan tugas kuliah agar ibunya tak mencemaskan dirinya.


"Ibu Aran pamit mau ke rumah Marissa dulu ya bu"


"Iya hati-hati nak"


'Iya bu assalamualaikum''


"Wa'alaikum salam"


Setelah keluar dari rumah agar mempercepat waktu Arandita pun memesan ojek online, karena jarak dari rumah ke cafe xx sangat jauh membutuhkan waktu dua puluh lima menit baginya untuk sampai kesana. Karena takut terlambat arandita pun berangkat lebih awal dari waktu yang sudah di tentukan.


Setelah dua puluh lima menit akhirnya aran pun sampai di tempat tujuan, dengan berpakaian kasual Aran pun masuk ke cafe tersebut. Kini semua mata yang melihat Arandita menatapnya dengan tatapan aneh.


"perasaan mereka liatin aku kok kaya gitu banget kenapa ya? apa ada yang salah. perasaan nggak ada yang salah kok!'' Arandita bergumam dalam hati nya sembari memindai dirinya sendiri.


"Permisi nona mau pesan apa?" Tanya pelayan cafe dengan ramah.

__ADS_1


"Nanti saja saya sedang menunggu seseorang"


"Baik nona" Pelayan itu pun pergi melayani pengunjung lain.


Tiga puluh menit berlalu namun pria yang arandita tunggu tak kunjung datang. "Kemana pria itu, ini sudah hampir jam empat sore tapi kenapa sampai sekarang dia belum datang juga apakah dia sudah menipuku?" Arandita merasa sangat kesal karena terlalu lama menunggu.


Karena terlalu lama menunggu, Arandita pun mulai memesan makanan dan minuman karena ia sangat merasa kehausan dan kelaparan. Karena terlalu lama menunggu kedatangan pria yang begitu misterius baginya.


setelah pesanan datang aran langsung memakannya dengan sangat lahap, sampai dia tak tahu orang yang ditunggunya sudah datang, namun pria itu diam dan menunggu Arandita sampai selesai.


"Apa sudah selesai nona Zivanya Arandita" Ucap sang pria mengejutkan Arandita.


"Maaf nona saya tidak bermaksud untuk mengagetkan anda, dan saya sedikit terlambat untuk datang kemari."


"Sedikit! kau terlambat hampir satu jam. Tapi baiklah aku masih bisa memaklumi mu, karena aku sudah lelah menunggumu terlalu lama maka berikan kartu mahasiswa ku yang kau ambil" Ucap Arandita tanpa basa basi lagi.


"Tidak semudah itu nona Zivanya, anda harus menandatangani kontrak perjanjian ini dulu" Ucap pria itu dan menyodorkan kertas pada Arandita.

__ADS_1


Arandita langsung mengambil dan membacanya dengan sesama, kekesalan nya bertambah setelah membaca isi kertas tersebut.


"Apa maksudmu ini, bahkan aku saja tidak mengenal mu bagaimana bisa aku menjadi kekasih pura-pura bosmu itu, kau itu tidak waras" Teriak Arandita yang langsung menjadi bahan tontonan para pengunjung disana.


"Tenanglah nona, baiklah perkenalkan nama saya Alvino Austin biasa dipanggil vino saya asisten dari tuan muda Revan Alexander, saya harap anda bisa bekerjasama dengan kami dan setelah selesai nanti saya akan mengembalikan kartu mahasiswa anda berikut juga gajih yang anda dapatkan, tentunya anda tidak akan rugi bila anda menandatangani kontrak ini'' Terang vino panjang lebar.


Namun tidak semudah itu membujuk Arandita, kini arandita menyipitkan matanya dan mendekat dirinya pada vino.


"Hey kau vino, sepertinya aku tidak sopan ya memanggil namamu bagai mana kalau kakak atau om"


"Kakak saja" Jawab vino dengan cepat.


"Baiklah kak vino, kenapa bosmu itu mencari pacar dengan cara seperti ini apa dia jelek sidah tua atau.."


"Nona dengar bos kami sebenarnya sudah mempunyai kekasih, namun kekasih nya pergi entah kemana, tapi nyonya besar ingin segera melihat anaknya membawa seorang wanita namun.. "


"Oke aku mengerti, aku akan menandatangani kontrak perjanjian ini tapi dengan satu syarat"

__ADS_1


"Syarat apa katakan saja'' Ucap Vino dengan lugas tanpa beban.


__ADS_2