Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 67


__ADS_3

Arandita tebangun dari tidurnya saat mendengar suara pintu tertutup, Arandita mengira bahwa itu adalah Marissa sahabatnya, dengan langkah gontai arandita berjalan menuju kamar mandi.


namun saat melewati ruang tamu arandita mendengar suara keributan dari luar, karena rasa penasaran arandita pun pergi melihat apa yang terjadi, dan ternyata disana sudah ada vino dan suami kontrak nya.


dengan seksama arandita mendengarkan perdebatan antara dua pria itu, arandita merasa sakit hati saat mendengar revan lebih memilih Shella dan pergi meninggalkan rumah nya.


"jangan sedih semua pasti akan baik-baik saja" Marissa memeluk menguatkan sahabatnya.


arandita hanya mengangguk menahan diri nya agar tidak menangis, Setelah melihat revan pergi meninggalkan halaman rumahnya, arandita pun menghampiri vino yang masih berdiri di sana.


"arandita sejak kapan kau disini?" dengan raut wajah cemas vino bertanya kepada arandita.


"ikut aku kak" arandita menarik tangan vino sedikit menjauh dari rumah ibunya, karena arandita takut jika nanti ibu akan mendengar apa yang akan mereka bicarakan.


Kini arandita dan vino duduk di bangku pinggir jalan, sedangkan marissa kembali ke rumah ibu, untuk menjaga ibu agar tidak mengetahui apapun yang terjadi saat ini.


"jelaskan, apa yang sebenarnya tidak aku ketahui kak?" Arandita meminta penjelasan vino.

__ADS_1


"apa maksudmu?" vino pura-pura tidak mengerti apa yang arandita bicarakan.


"apa kau akan menyembunyikan semua nya dariku juga?, apa kau tidak percaya dengan ku kak? bukankah kau sudah mengatakan padaku bahwa kau menganggap aku sebagai adikmu? lalu apakah seorang kakak akan merahasiakan sesuatu pada adiknya!."


dengan penuh emosi arandita memberondong banyak pertanyaan kepada vino, tanpa terasa air mata arandita pun ikut menetes begitu saja.


vino yang melihat arandita menangis pun merasa sangat bersalah, sudah membawa arandita pada cinta yang menyakitkan untuk nya.


dengan lembut vino mengusap air mata arandita, "Aku mohon jangan menangis"


"baiklah aku akan menceritakan nya padamu tapi tidak disini, kita cari taksi dulu"


"Di daerah ini tidak ada taksi, aku akan mengambil sepeda motor ku dulu, dan tunggu aku mandi sebentar" arandita meninggalkan vino disana.


ia pun masuk ke rumah ibunya bersiap untuk mandi, tubuhnya terasa lengket karena baru saja bangun dari tidurnya, karena lelah Sudah melakukan perjalanan jauh nya.


setelah menunggu selama lima belas menit akhirnya arandita pun kembali dengan wajah segarnya, mengendarai motor kesayangan nya ke arah vino.

__ADS_1


"pake helm nya kak" arandita menyodorkan helm pada vino, vino pun menerima nya dan langsung memakainya dengan benar.


"Biar aku saja yang bawa"


kini vino mengendarai sepeda motor milik arandita dan menuju tempat yang akan dia kunjungi yaitu mansion Alexander.


arandita mengerutkan keningnya saat sampai di halaman mansion Alexander, namun ia tidak berkomentar apapun pada vino.


dari kejauhan arandita melihat mama mertua nya sedang berdiri di luar mansion, lalu arandita pun langsung menghampiri mama Elisa diikuti oleh vino dibelakangnya.


"Assalamualaikum Mama" arandita mengicap salam dan mencivm tangan mertuanya.


"wa'alaikum salam sayang, Ayo kita masuk"


sebelumnya vino sudah memberi tahu mama elisa, dan mama elisa pun mengerti bahwa mungkin ini sudah saatnya untuk memberi tahu menantu kesayangan nya.


tentang semua keburukan shella, agar menantu kesayangan nya, mengerti dan mau mempertahankan pernikahan mereka dan membongkar kejahatan shella pada putra-nya.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2