
"tuan silahkan anda tunggu di luar agar kami bisa bekerja dengan maksimal pada pasien" ucap dokter gita mengusir revan dari ruangan itu.
"aku akan menunggu disini saja"
"tapi tuan" dokter gita tidak melanjutkan perkataannya lagi saat melihat mama Elisa memberikan kode pada dokter gita.
"re, biarkan aran di periksa oleh dokter terlebih dahulu jangan keras kepala re ingat kondisi istri dan bayi yang ada dalam kandungan nya." bujuk mama elisa dengan lembut.
revan pun melihat ke arah istrinya yang sedang terbaring lemah di atas brankar pasien dan dengan berat hati revan pun keluar dari ruangan tersebut.
lima belas menit berlalu namun dokter gita belum juga keluar dari ruangan itu membuat revan merasa sangat cemas.
dokter indra menyangga pipinya duduk diam melihat apa yang sedang Revan lakukan di depannya selama lima belas menit berlalu revan hanya berjalan mondar-mandir di depannya.
"revan duduk lah kau jangan terlalu khawatir nak arandita adalah wanita yang kuat" ucap mama Elisa menenangkan.
"tapi ma kenapa lama sekali"
"sabarlah sayang, kau Tunggulah disini sebentar mama akan pergi ke ruangan ibu mertua mu dulu untuk menanyakan kondisi nya pada vino."
__ADS_1
"baik ma"
mama Elisa pun pergi meninggalkan tempat itu ke tempat yang tak jauh dari ruangan arandita saat ini.
di dalam ruangan dokter yang menangani arandita merasa sangat aneh dan janggal, "seperti nya dia baik-baik saja tapi mengapa nyonya Alexander tidak kunjung bangun" batin dokter gita menatap arandita dengan wajah bingungnya.
lalu dokter gita pun keluar dari ruangan itu untuk menjelaskan tentang kondisi arandita saat ini pada revan.
sedangkan di alam bawah sadar arandita ia sedang berkumpul dengan ayah dan ibunya arandita Merasa sangat bahagia bisa memeluk kedua orang tuanya dengan bersamaan.
"Aran tugas ibu menjagamu sudah selesai kini saatnya ibu ikut pergi bersama dengan ayah mu"
"ibu mau kemana" tanya arandita dengan wajah polosnya.
"ibu dan ayah akan pergi ke tempat yang seharusnya aran tugas kami sudah selesai dan kami harus pergi sekarang" ucap sang ayah kemudian mereka berdua pun pergi meninggalkan arandita.
"Ayah ibu tunggu aran" arandita menangis mengejar ayah dan ibunya yang semakin menjauh.
"pulanglah aran" ucap ibu yang sebelum cahaya putih menyilaukan mata nya membangunkan arandita dari alam bawah sadarnya.
__ADS_1
"ibu tunggu" teriak arandita dengan keringat membasahi keningnya.
"sayang apa kau baik-baik saja" tanya revan dengan penuh kepanikan.
"ibu''
"kau tenang saja semuanya akan baik-baik saja" ucap revan menenangkan istrinya.
tak lama kemudian mama Elisa pun masuk ke dalam ruangan arandita dengan wajah yang sulit di artikan.
"arandita kuatkan hatimu nak" ucap mama Elisa dengan air mata yang kini menetes membasahi pipinya.
"ibu baik-baik saja kan ma"
"ibu mu sudah tidak ada sayang"
deghh
"apa maksud mama" tanya revan dan arandita secara bersamaan.
__ADS_1
"ibu mu, ibu mu sudah meninggal dunia" ucap mama Elisa dengan penuh kesedihan.
"tidaaaaakkk ibu tidak mungkin pergi kan kenapa ibu Benar-benar meninggalkan aku" arandita histeris saat mendengar kabar duka itu.