Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 92


__ADS_3

Di sebuah pesta pernikahan yang di gelar secara tertutup namun masih terlihat ke mewahnya, dengan di hadiri para tamu yang terpilih sepasang pengantin yang baru sah menjadi suami istri pun mulai mengalami para tamu undangan.


Arandita dan Marissa pun datang dengan makai dress yang sama mereka terlihat begitu cantik dan memukau mencuri perhatian para tamu malam ini,


"sa apa terlihat jelek ya kenapa semua orang menatap kita seperti itu" tanya arandita pada sahabatnya, ia merasa sangat risih dengan tatapan aneh para tamu undangan.


"Biarin aja, kita itu cantik makanya mereka melihat kita seperti itu" ucap marissa dengan PD nya.


"hay.. arandita rupanya kamu datang juga ya" vinia dengan wajah di buat sebaik mungkin, karena kini ia sedang bersama dengan angga pria yang sudah menjadi suaminya saat ini.


"iya kami datang, selamat untuk kalian berdua" ucap arandita dengan tersenyum tulus.


"terimakasih arandita kamu sudah mau hadir di acara pernikahan saya" dosen angga menatap arandita dengan penuh rasa sedih, ingin sekali ia memeluk wanita pujaannya namun semua itu sudah tidak mungkin lagi baginya.


"Aran dimana suami mu, bukankah kau sudah menikah ya" tanya vinia sinis sambil celingukan mencari keberadaan seseorang.

__ADS_1


"Dia tidak bisa hadir karena masih sibuk dengan urusan pekerjaan nya." Jawab arandita sambil tersenyum.


"biasalah jadi istri kedua memang begitu, selalu di nomor dua kan" celetuk Jesica yang entah datang dari mana, tiba-tiba saja ia muncul di antara mereka.


''Heh kaleng kerupuk, kalau ngomong itu di jaga jangan asal mangap aja lu" kesal Marissa.


"Ehh kenapa lu yang nyolot si" Jesica melipat kedua tangannya di depan dada.


"Sudahlah sa, ayo kita ke sana" ajak arandita pada sahabatnya karena ia tidak ingin sahabatnya, menghancurkan pesta pernikahan vinia dan dosen angga hanya karena membela dirinya.


namun saat arandita berbalik ia melihat seorang yang sangat arandita kenal sedang berjalan sambil bergandengan tangan dengan begitu mesranya, mereka kini menjadi pusat perhatian semua orang yang menjadi tamu undangan malam ini.


"iya mereka adalah pasangan sangat ideal"


"perfeck!''

__ADS_1


bisik-bisik pun kini mulai terdengar di telinga arandita, membuat hatinya begitu terasa sangat sakit bagai di tusuk belati yang tajam.


"aran, kamu baik-baik aja kan?" tanya Marissa sebenarnya ia tahu bagaimana keadaan hati sahabatnya saat ini, namun ia pun tak bisa berbuat apapun karena itu masalah pribadi sahabatnya.


"Aku baik-baik saja"


bisik-bisik riuh pun masih terdengar di telinga arandita namun sekuat mungkin ia menahan rasa marah dan kesedihan nya,


revan mulai menyalami rekan bisnisnya hingga ia tak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang menatapnya dengan penuh rasa kesedihan.


setelah beberapa saat kemudian barulah ia menyadari bahwa seseorang kini sedang berdiri tak jauh dari tempat nya, menatap dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan.


deghh...


tatapan mata mereka kini saling bertemu, hingga tanpa sadar revan langsung melepaskan tangan Shella dari lengannya.

__ADS_1


saat revan akan berjalan menghampiri nya langkahnya tertahan saat melihat istrinya sedang berpegang tangan dengan seorang pria, revan mengeraskan rahangnya menggenggam tangan nya dengan erat ingin sekali ia memukuli pria yang bersama istrinya itu.


"Baby, kau mau kemana?" Shella menahan langkah revan yang akan berlalu dari hadapannya.


__ADS_2