
Setelah mengatakan itu Arandita mulai bersiap untuk menuju pesta ulang tahun perusahaan, ia pun di temani beberapa pengawal suaminya demi menjaga keselamatan yang selalu mengancam nyawanya.
Arandita tidak menolak nya karena memang saat ini ia tidak bisa menjaga dirinya sendiri, mengingat perutnya yang kian membesar tidak mungkin lagi untuknya Bergerak dengan bebas.
sedangkan vino dan revan sedang sibuk mempersiapkan acara itu dan mengundang beberapa wartawan yang akan meliput kegiatan di acara itu.
"bagaimana apa target sudah datang" tanya vino pada pengawal nya.
"sudah tuan"
"bagus, siarkan secara live" ucap vino memberikan arahan kepada beberapa reporter.
Shella turun dari mobilnya berjalan dengan centil di atas karpet merah, beberapa reporter langsung menyorotnya.
"wah cantik sekali" ucap para tamu undangan membuat Shella semakin percaya diri.
namun, bukan Shella yang si maksud para tamu itu melihat ke arah belakang shella, Shella merasa sangat penasaran dengan apa yang sedang mereka lihat.
__ADS_1
seorang wanita muda dengan balutan dress berwarna navi membuat kecantikan nya terpancar malam itu, arandita berjalan dengan Anggun bak model profesional di atas karpet merah itu lalu tersenyum kepada semua orang yang ada di sana.
"Ahh manis sekali siapa dia'' ucap salah satu dari mereka.
Shella Merasa Sangat kesal dengan para tamu yang memuji kecantikan arandita, dengan cepat Shella pun berjalan menuju tempat revan sedangkan arandita menghampri sahabatnya yang beberapa hari ini tidak bertemu.
"Risa kemana saja kamu" tanya arandita pada sahabatnya.
"ya kemana lagi kalau bukan jadi penghuni kantor itu semua gara-gara si vinokio itu setiap hari aku harus kerja lembur sampai malam." Marissa langsung curhat dadakan kepada sahabatnya.
Arandita tertawa kecil melihat ekspresi wajah sahabatnya itu, "sudah-sudah sekarang bukan waktunya untuk marah, owh iya aku sampai lupa sesuatu"
"sebentar ya aku mau cari mas revan dulu"
"oke" ucap marissa melihat punggung sahabatnya semakin menjauh.
arandita bingung mencari keberadaan suaminya di sana, "kemana pria menyebalkan itu tadi aku terus-terusan di telfon untuk segera datang sekarang dia menghilang entah kemana"
__ADS_1
arandita terus mencari keberadaan suaminya, "owh mungkin sedang di ruang kerjanya" pikirnya, arandita pun langsung melangkah kakinya menuju ruang kerja revan.
namun saat arandita akan masuk beberapa pengawal mencegahnya masuk ke dalam ruangan itu, ''maaf nyonya anda tidak boleh masuk ke ruangan ini"
"kenapa?"
"karena_" pengawal itu pun bingung harus mengatakan apa.
"karena apa cepat minggir atau aku akan mengadukan kalian pada revan" acam arandita.
dengan sangat terpaksa pengawal itu pun membuka jalan untuk arandita masuk ke dalam ruangan, namun raut wajahnya berubah saat matanya melihat pemandangan yang membuat hatinya terasa panas.
arandita mengepalkan tangannya dan meninggalkan tempat itu, Shella yang sedang memeluk revan tersenyum puas melihat arandita yang pergi begitu saja dari ruangan itu.
sedangkan revan tidak menyadari keberadaan istri-nya di sana ia membalas pelukan Shella agar Shella tidak mencurigai apa yang akan revan lakukan padanya malam ini.
"ini adalah pelukan terakhir yang akan membawamu ke dalam hidup yang sangat menyedihkan shella, aku yang membantu mu dulu lari dari kesalahan yang sudah kau buat . tapi kali ini aku akan menyerahkan mu dan menghukum kejahatan mu tanpa ampun sedikitpun, itulah janjiku kepada mu' revan tersenyum smirk.
__ADS_1
bersambung