
Arandita dan Marissa pun mulai meninggalkan kantin tersebut dengan cepat sebelum dua pria yang berada di sana melihat mereka berdua meninggalkan tempat itu.
"Hah.. payah kenapa juga kita harus lari kaya buronan di kejar polisi aja" ucap Marissa dengan nafas tersengal.
"bukan lari di kejar polisi tapi lari dari kenyataan haha.. sudahlah ayo kita masuk udah mau masuk jam kerja juga"
"kuy lah gaskeun"
"Eh sa nanti sore anter aku ke toko baju dong semua bajuku udah pada nggak muat"
"oke Marissa siap mengantar kemanapun bumil ini pergi" ucap Marissa sambil memberikan hormat kepada sahabatnya.
akhirnya mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak mengacuhkan semua orang yang menatap kearah mereka dengan tatapan anehnya, candaan pun berakhir kini mereka kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
kini Revan juga sudah kembali ke ruangannya melihat istrinya yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya, "Vino pindahan tempat kerja arandita ke dalam ruanganku" perintahnya pada vino.
"Baik tuan" dengan cepat vino pun menyuruh para bodyguard nya untuk memindahkan meja kerja arandita keruangan bosnya.
__ADS_1
"Ada apa ini" arandita bingu6n saat meja kerjanya di rapihkan oleh para pria berjas hitam itu.
"Maaf Nyonya kami hanya menjalankan perintah dari tuan untuk memindahkan meja kerja anda ke dalam ruangan tuan muda." salah satu bodyguard itu menjelaskan panjang lebar kepada arandita.
"Tidak perlu Aku ingin tetap disini saja" tolak arandita.
"tapi nyonya kami hanya"
"kalian pergilah jangan pernah ganggu aku yang sedang bekerja" usir arandita memotong perkataan pengawal itu.
"tapi"
Para bodyguard itu pun hanya menurut saja dan salah satu di antara mereka melapor kepada tuan muda nya, dengan berat hati revan pun hanya bisa mengalah saja menuruti keinginan istri-nya.
"biarkan saja ikuti keinginan nya dan jangan pernah membantah apa yang ingin dia lakukan selama masih dalam batas wajar"
"Baik tuan."
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan para pengawal yang selalu mengikuti istriku"
"semua aman tuan mereka selalu menjaga nyonya kemanapun nyonya pergi"
"bagus pantau terus jika ada yang mencurigakan langsung bekuk mereka dengan rapih dan tanpa di lihat oleh istri ku, sekarang pergilah pantau juga wanita itu dan laporkan semua gerakan geriknya padaku"
"Baik tuan" setelah mendapat perintah dari majikannya penyangawal itu pun meninggalkan revan di ruang kerjanya.
setelah revan mengetahui siapa shella yang sebenarnya ia memutuskan untuk memperketat penjagaan untuk istrinya, revan takut bila shella juga nekat untuk melukai arandita seperti yang dilakukan nya pada zia, tanpa arandita tahu ia menugaskan beberapa pengawal yang selalu menjaga kemanapun arandita pergi tanpa sepengetahuan istri nya itu.
Dan ia pun mulai merencanakan untuk membongkar kejahatan shella di depan publik, sesuai instruksi dari vino.
*
*
di tempat lain Shella mulai merencanakan sesuatu untuk mencelakai arandita dan bayi yang sedang berada di dalam kandungan nya, "aku akan menghalangi siapapun yang mengusik kebahagiaan ku dulu zia, kini giliran kau arandita aku tidak akan pernah melepaskan revan ku untukmu"
__ADS_1
"ya dulu memang aku hanya memanfaatkan revan untuk melindungi diriku tapi saat ini aku memang sangat mencintai revan aku ingin dia menjadi milik ku selamanya dan hanya aku yang boleh bersanding dengan nya bukan wanita lain." ucap Shella dengan tawa menyeringai.
bersambung..