Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 131


__ADS_3

Marissa merasa sangat geram melihat pria yang selalu membuatnya kesal itu kini seakan memojokkan nya, Marissa pun keluar dari mobilnya dan menghampiri pria itu.


"dengar sebenarnya apa masalahmu dengan ku apa kau membenciku kenapa kau tidak bisa membuat hidupku tenang sebentar saja" emosi Marissa pun keluar untuk pria yang sudah merebut ciuman pertamanya di lantai dansa.


sedangkan vino hanya diam saja berdiri tegak menunggu sampai Marissa tenang, "kau tidak perlu menangis di depanku sekarang mingggirlah" vino pun langsung menggeserkan tubuh Marissa dari jalannya.


"hei siapa yang menangis aku tidak menangis" kesal Marissa.


vino tak menghiraukan perkataan yang di lontarkan Marissa padanya, vino langsung masuk ke dalam mobil Marissa namun Marissa tidak mencegahnya karena ia hanya ingin tahu bagaimana reaksi vino saat tahu mobilnya mogok.


setelah mencoba nya beberapa saat vino pun kini tahu mengapa Marissa tidak memundurkan mobilnya.


sedangkan Marissa hanya diam bersedekap dada sambil tersenyum mengejek melihat vino yang membuka kap mobilnya dan mencoba memperbaiki mobil Marissa dengan keahlian nya.


lalu vino pun mencoba kembali menghidupkan mobil Marissa barulah bisa menyala kembali vino sedikit memundurkan mobil Marissa lalu keluar dan masuk kedalam mobilnya meninggalkan marissa yang masih berdiri di sana.

__ADS_1


Marissa pun langsung bergegas menuju mobilnya namun saat ia menyalakan mobilnya kini mobilnya mati seperti awalnya.


"Dasar pria tidak waras apa dia senang melihat aku sudah di sini" kesal Marissa.


Dengan sangat terpaksa Marissa pun kembali tidur di dalam mobilnya menunggu sampai esok pagi.


Malam pun mulai larut gedoran kaca mobil membuat Marissa terbangun dari tidurnya.


"haduhh siapa sih yang ganggu baru juga lima menit tidur" Marissa menutupi telinganya dengan bantal kecil yang selalu ada di dalam mobilnya.


"dia lagi, dia lagi kenapa hanya manusia itu saja yang selalu mengganggu ku" kesal Marissa.


"hei kau apa kau tidak punya pekerjaan lain selain menggangguku kenapa kau tidak senang padaku apa masalahmu" kesal Marissa.


namun vino tak menjawab perkataan gadis itu ia langsung memanggulnya bagaikan karung beras " hei apa kau sudah tidak waras cepat turunkan aku" Marissa memukuli pundak vino dengan brutal.

__ADS_1


namun vino hanya diam saja dan membawa Marissa masuk ke dalam mobil nya, "sungguh dia memang sudah tidak waras" ucap Marissa dengan wajah kesalnya.


berbagai macam umpatan yang keluar dari mulut Marissa untuk vino namun vino tak membalas nya sedikit pun, ia berpura-pura tidak mendengar apapun yang Marissa katakan tentang nya.


setelah beberapa saat kemudian mobil yang di kendarai vino pun sudah sampai di halaman apartemen milik Marissa, dengan cepat Marissa pun langsung keluar begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih kepada vino.


vino hanya tersenyum samar melihat kemarahan Marissa pada nya.


setelah sampai di apartemen miliknya Marissa langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang milik nya, ia pun mulai melanjutkan tidurnya yang terganggu.


sedangkan vino masih setia berada di tempat parkir apartemen Marissa. "sebenarnya ada apa dengan ku mengapa aku selalu ingin melihat tingkah gadis konyol itu." tanya vino pada dirinya sendiri.


"ini tidak boleh di biarkan bisa besar kepala jika dia tahu bahwa aku mulai tertarik padanya" vino pun membuang jauh-jauh pikiran itu dari benaknya dan mulai meninggalkan apartemen milik Marissa.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2