
vino terus mendengarkan apa yang Marissa curahkan di atas kuburan yang masih basah itu, ada rasa tidak suka saat mendengar Marissa akan pergi jauh namun vino hanya diam saja jadi pendengar yang baik di sana.
"jadi itu alasan nya dia mengundurkan diri dari perusahaan tapi dia mau kemana" vino pun mulai bertanya kepada dirinya sendiri.
setelah selesai mencurahkan segala keluh kesah yang ada di dalam hatinya Marissa pun mulai meninggalkan tempat itu, sedangkan vino yang melihat Marissa akan pergi langsung bersembunyi di balik pohon besar.
"sebenarnya kemana gadis bar-bar itu akan pergi'' vino menatap punggung Marissa yang semakin menjauh dari tempat itu.
Sedangkan di mansion Alexander revan sedang membujuk istrinya agar mau makan karena sudah sejak pagi arandita tidak memakan apapun, revan sangat khawatir dengan kondisi kesehatan istri dan bayi mereka yang masih ada dalam kandungannya.
"sayang makanlah walau hanya sedikit saja pikirkan juga tentang keberadaan anak kita apa kau tidak kasihan padanya, dia pasti sangat kelaparan" bujuk revan sambil mengusap-usap perut istrinya lalu menempelkan telinganya di sana.
Arandita jadi Merasa sangat bersalah saat mendengar perkataan suaminya, ia pun mulai mengambil bubur yang revan bawakan untuk nya di meja.
__ADS_1
revan yang melihat istrinya akan makan pun langsung bergegas mengambil mangkuk yang berada di tangan istrinya, "biar aku suapin" ucap revan sambil menyodorkan sendok berisi bubur ke mulut istrinya.
Arandita hanya diam saja ia menerima apapun yang ingin Suaminya lakukan karena percuma saja jika ia menolak, dan harus berdebat dengan suaminya pikir arandita.
di ambang pintu kamar itu mama Elisa merasa sangat senang melihat hubungan antara putra dan menantu kesayangan nya kini sudah mulai membaik.
"semoga kalian selalu di berikan kebahagiaan yang melimpah" ucap mama Elisa lirih lalu pergi meninggalkan tempat itu, mama elisa tidak ingin mengganggu kedekatan putra dan menantunya saat ini.
karena ia yakin pada putranya yang bisa mengatasi kesedihan yang sedang di alami oleh menantunya karena kepergian ibunya, mama elisa pun menutup pintunya dan pergi meninggalkan tempat itu.
"masih ada sedikit lagi sayang" ucap revan sambil menyodorkan sendok bubuk itu namun arandita Malah menurupi mulutnya dengan tangannya.
"owh ayolah sayang satu kali lagi" bujuk revan.
__ADS_1
"tapi sayang nanti perutku akan sakit jika terlalu banyak"
"Hanya satu kali saja tidak akan sakit aku jamin itu" revan terus membujuk istrinya agar mau membuka bekapan tangannya.
"ahh bagaimana kalau dengan cara lain" muncullah sebuah ide menarik dalam pikiran revan saat ini.
"cara lain, cara lain bagaimana" tanya arandita dengan raut wajah bingungnya.
"buka sedikit"
mendengar perkataan itu arandita langsung menyilangkan tangannya di dada, namun revan langsung memasukan bubuk itu ke dalam mulutnya tak perduli bagaimana reaksi istrinya saat ini.
revan langsung menempelkan bibirnya dan mentransfer bubur itu pada arandita, arandita sedikit terkejut dengan ulah ajaib suaminya namun mau tak mau arandita pun menelan bubur itu walau ada sedikit rasa jijik dalam dirinya karena ini baru pertama kalinya ia melakukan hal semacam itu.
__ADS_1
sedangkan vino yang sedang melewati kamar sepupunnya itu merasa sangat merinding saat mendengar percakapan pasangan suami-istri itu.