Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 20


__ADS_3

Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh sahabatnya, membuat Marissa sedikit bingung dan menatap Arandita dengan penuh tanya.


"Hey tunggu! maen tinggal aja dasar kawan laknat" Ucap Marissa dengan nafas naik turun karena mengejar Arandita yang pergi begitu saja meninggalkannya.


"Kau itu kenapa? udah kaya baru di kejar siluman aja." Arandita menaikan sebelah alisnya menatap aneh pada sahabatnya.


"Iya kamu itu silumannya, Ehh... Ran makan yu laper nih." Ajak Marissa sambil mengusap perutnya.


"Mau makan apa?''


"Gimana kalau kita makan bakso, atau mie ayam gitu di tempat biasa."


"Oke. Ayo!"


Akhirnya Marissa dan Arandita pun pergi meninggalkan kantor RA-Group, untuk makan siang di tempat favorit mereka.


Ya meskipun Marissa orang berada. Namun ia selalu makan di tempat-tempat umum tidak seperti kebiasaan orang kaya pada umumnya yang lebih baik makan d restoran mewah.


Itulah sebabnya mengapa arandita senang bersahabat dengan Marissa, karena Marissa adalah sosok sahabat yang mudah bergaul dan selalu rendah hati, tidak pernah membeda- bedakan antara mereka berdua.


Karena begitulah cara orang tua Marissa mendidik dan membesar kan dirinya. Dengan menggunakan kendaraan pribadi masing-masing, kini arandita dan Marissa sudah sampai di tempat favorit mereka.


"Mang!" sapa Arandita dan Marissa bersamaan.

__ADS_1


"Eh neng Dita sama neng Risa, sudah lama baru kelihatan neng.''


"Iya mang kita lagi banyak tugas kampus, ini juga baru pulang dari interview kerja.'' Jawab Marissa sambil mengambil kerupuk yang ada di depannya.


"Lalu bagaimana apa lancar interview nya?" tanya mang Ujang dengan ramah.


"Alhamdulillah lancar mang." Jawab Arandita.


"Owh selamat kalau gitu neng, mau pesan mie ayam atau bakso biar mang Ujang kasih diskon"


"Kita bakso aja mang." Sahut Arandita dan Marissa secara bersamaan.


"Bakso nya banyakin ya!'' timpal Marissa.


Marissa menonyor kening sahabatnya, "gue tuh gak bulet cuman lagi seksi aja!" sahu Marissa dengan mengibaskan rambutnya sembarangan.


"Iya deh iya percaya." Arandita terkekeh geli melihat ekspresi wajah sahabatnya yang seda sangat kesal padanya.


Mang Ujang hanya tersenyum melihat interaksi dua sahabat itu, tanpa mereka sadari di kursi pojok seorang pria sedang memperhatikan dua perempuan yang sedang asyik bercanda ria sambil menunggu pesanan mereka.


Siapa lagi kalau bukan Airlangga, dosen tampan yang sudah jatuh hati pada Arandita sejak pandangan pertama. Baginya Arandita adalah perempuan yang unik dan mampu mencuri hatinya begitu saja.


Disaat semua mahasiswi mengejar dan berlomba untuk mendapatkan cinta dari seorang Airlangga, namun Arandita seperti tidak perduli padanya. Itulah yang membuat Airlangga sangat menyukainya dan mulai jatuh cinta pada Arandita dan berharap jika cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


"Ini neng pesanan nya, silahkan." Ucap Mang Ujang menyerahkan dua porsi bakso dan es sirup di hadapan Marissa dan Arandita.


Marissa sangat antusias melihat mangkok berisi bakso yang sangat menggugah selera. "Wahh banyak banget, makasih mang Ujang!'' Seru Marissa yang langsung menyicipi kuah bakso ya begitu menggoda lidahnya.


Marissa memberikan finger heart pada mang Ujang. Namun dengan cepat Arandita menepuk tangan Marissa.


"Jangan sembarang mang Ujang sudah punya istri.''


Istri mang ujang hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua.


"Hehe maaf" Marissa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dan mulai menyantap bakso yang ada di hadapan nya.


*


*


Di ruangan kerja Revan, melihat semua berkas berkas para mahasiswa magang yang d terimanya dari asisten Vino. Revan mengecek satu persatu berkas yang ada di hadapannya, dan yang terakhir adalah berkas lamaran dari Arandita.


"Menarik, ternyata nilainya lumayan tinggi, pantas saja vino memilih nya."


Ya bukan karena Vino mengenal Arandita saat dia d terima menjadi asisten bosnya, tapi karena kemampuan Arandita sendirilah Vino memilihnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2