Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 30


__ADS_3

Saat hati dan pikiran seseorang sudah berpikir buruk tentang orang yang di bencinya, maka apapun yang akan kau lakukan, sebaik apapun perilaku nya dia akan tetap manilaimu dengan buruk. Dan akan terus mencari kesalahan-kesalahan yang di perbuat untuk merendahkan orang tersebut.


Begitu pula dengan revan yang terus mengikuti Arandita hingga ke suatu tempat, ia berusaha membongkar kedok wanita yang sudah sah menjadi istrinya saat ini.


Revan terus memata-matai apa, kemana dan dimana Arandita berada, ia akan membuktikan pada mama Elisa bahwa Arandita tak sebaik yang terlihat.


Arandita memasuki sebuah mini market yang besar , setelah menunggu beberapa saat kemudian Arandita pun keluar membawa banyak kantong plastik di tangannya.


"Aku yakin dia pasti akan pergi menemui kekasihnya!" gumam Revan lirih menatap Arandita dengan tatapan penuh kebencian.


Namun pemikiran Revan salah besar. Kini Arandita pergi ke sebuah panti asuhan yang tak asing lagi bagi Revan. Arandita turun dari motornya dan langsung di sambut hangat oleh anak anak panti.


Revan mengerutkan keningnya. "Sebenarnya siapa dia kenapa dia masuk ke panti ini?''


Karena selama ini Revan juga menjadi donatur tetap di panti tersebut dan tidak hanya itu saja Revan pun sering mengunjungi panti itu namun dengan penampilan yang berbeda.


Tanpa banyak berpikir lagi kini, Revan pun keluar dari mobilnya/setelah mengganti pakaiannya dan menyamar seperti biasa ia lakukan saat berkunjunh ke tempat itu. Penampilan yang sederhana dengan baju kasual di legkapi kacamata besar menghiasi wajahnya membuat Revan tak mudah untuk di kenali lagi.


Karena orang hanya mengenal Revan dengan sebutan Evan si pria culun yang ramah, hingga siapapun yang melihatnya tidak akan mengenali Revan saat ini, tak lupa sebelum Revan masuk ke dalam panti asuhan itu Revan juga membeli beberapa makanan dan buku-buku untuk anak-anak panti.


Revan masuk melihat Arandita yang sedang duduk bersama anak-anak dan di temani ibu panti.


"Assalamualaikum." Suara salam membuat mereka semua menoleh ke arah suara.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam," jawab serempak.


"Ehh ada nak Evan!" sapa Ibu panti yang langsung menghampiri Revan yang sedang berdiri di depan pintu.


"Iya saya mampir membelikan ini untuk anak-anak." Ucap Revan memberikan plastik yang berisi banyak makanan dan buku-buku untuk anak panti dengan senyuman mengembang dan tatapan matanya yang tak pernah lepas memandang wajah istri kontraknya.


"Terimakasih nak."


"Sama-sama bu, sepertinya lagi kedatangan tamu ya bu?" tanya Revan berbasa basi.


Sedangkan ibu panti hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Dia adalah Arandita yang pernah ibu cerita kan dulu, yang membantu Tomi saat di culik dan di sekap untuk di jadikan pengemis!" jawab ibu panti menceritakan kisah yang pernah ia ceritakan sebelumnya.


"Bukankah namanya,"


Revan hanya mengangguk tanda mengerti,


ia ingat bahwa wanita yang bernama Dita yang mengajarkan ilmu beladiri untuk anak-anak panti. Namun Revan tak tahu bahwa yang di ceritakan anak-anak panti padanya waktu itu, kini sudah menjadi istrinya.


Ada perasaan lega di hati Revan bahwa apa yang dia pikirkan tentang Arandita ternyata tidak benar. "Hmm halo anak-anak?'' sapa Revan dengan ramahnya.


Deghh


''Halo kak Evan!'' jawab anak panti serempak.

__ADS_1


Arandita melihat ke arah suara yang ia kenal, namun saat melihat orang yang berada di belakangnya, ternyata ia salah Arandita pun bernafas lega saat orang yang ia lihat bukanlah suaminya.


"Kalian sedang apa nih?"


"Kami akan belajar bela diri sama kak Dita.'' Sahut salah satu dari mereka yang kini tengah herbaris di halaman panti.


"Hallo apakah saya mengganggu anda?'' tanya Revan berbasa basi?


"Tidak masalah, sepertinya anak anao disini sangat mengidolakan anda!'' sahut Arandita yang sedikit terkikik saat melihat beberapa anak berdiri memandang Revan yang tengah duduk manis.


"Ngomong-ngomong kamu sudah lama mengajar mereka?" tanya nya pada Arandita.


"Ahh nggk juga,"


"kenalin namaku Evan" Revan mengulurkan tangannya pada Arandita.


"Arandita" ia pun menjabat tangan revan yang mengaku sebagai Evan.


Revan melihat cincin pernikahannya masih melingkar di jari manis arandita, ada perasaan hangat menyelimuti nya. Namun ia menepis semua omong kosong itu.


"Cihh.. Apa dia menganggap pernikahan ini?" gumamnya dalam hati menatap penuh kebencian di balik kaca mata besarnya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2