
Mama Elisa terkekeh geli melihat tingkah menantu kesayangan nya yang begitu lucu menurutnya.
"kau tidak perlu malu nak mama juga pernah muda dan mengalami hal yang sama" ucap mama elisa sambil tersenyum pada menantunya.
"apa seperti ini juga pernah ma" tanya revan sambil mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candu bagi nya.
karena ulah revan membuat wajah arandita memerah karena sangat malu sekali pada mertuanya, bahkan ia hampir menanggis karena itu arandita yang marah bercampur kesal pun langsung bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
"kau itu menyebalkan" ucap arandita sambil berlalu pergi. revan sedikit terkejut melihat ekspresi wajah istrinya yang memerah menahan tangisnya.
''sayang kau mau kemana, sayang tunggu aku sayang" revan mengejar arandita sampai ke kamar mereka , namun. terlambat arandita lebih dulu menguncinya sebelum revan sampai di kamar mereka.
sedangkan mama elisa yang menonton drama live dadakan di hadapannya itu hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"selamat menikmati bagaimana sulitnya membujuk wanita hamil'' gumam mama elisa sambil menikmati soto yang ada di hadapannya kini.
"sayang maaf aku khilaf tolong buka pintunya apa kau lupa kita akan pergi ke suatu tempat" revan mulai membujuk istrinya yang kini sedang sangat kesal padanya.
__ADS_1
"bagaimana ini kalau dia sampai marah lama padaku lalu bagaimana dengan acara pesta kejutan nya" revan mulai panik dan ia pun mulai bingung harus melakukan apa.
"sayang"
ceklek
pintu kamar pun terbuka revan terkejut saat melihat istrinya sudah sangat rapih dan membawa tas kecil di tangannya.
"sayang kau mau pergi kemana" tanya revan dengan wajah bingungnya.
sedangkan arandita Hanya memutar bola matanya saat mendengar pertanyaan konyol yang di katakan oleh suaminya.
revan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tertawa sumbang mendengar jawaban dari istrinya, "iya ayo kita pergi sekarang" revan pun menggandeng tangan istrinya sebelum istrinya berubah pikiran lagi.
*
*
__ADS_1
di tempat lain Marissa dan vino masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, "ini terlalu mencolok" ucap marissa sambil menyimpan kembali dress itu.
"yang ini tidak terlalu cocok untukku aku akan terlihat lebih tua dari usiaku jika memakai warna seperti ini"
"nona bagaimana kalau yang ini sepertinya warna ini cocok untuk mu" ucap karyawan butik itu sambil menyodorkan dress berwarna silver pada Marissa.
Marissa melihatnya dengan tatapan suka pada dress itu.
"hey kau yang akan menikah itu sahabatmu bukan kau kenapa kau lama sekali memilih satu pakaian saja" ucap seseorang pria yang datang tiba-tiba mengejutkan nya.
"haahh dia lagi, dia lagi Kenapa dimana-mana selalu saja ada dia" Marissa pun tak menghiraukan pria yang berada di hadapannya nya kini.
"kak tolong bungkus yang ini ya" ucap Marissa sambil menyerahkan dress itu pada karyawan butiknya, dan pergi meninggalkan vino yang masih berdiri di tempatnya.
"tuan apa yang bisa saya bantu" tanya karyawan butik.
"tolong Carikan pakaian formal yang cocok dengan dress yang di beli gadis tadi"
__ADS_1
"baik, silahkan tunggu sebentar tuan"
vino duduk di sofa untuk menunggu para karyawan itu mencarikan pesanannya untuk menemani kejenuhannya, ia pun mengambil ponsel yang berada di dalam sakunya dan terkejut saat menatap gambar yang dikirimkan oleh nomor yang tidak di kenal pada ponselnya.