Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 63


__ADS_3

Melihat pria itu lari terbirit-birit arandita, tertawa terbahak-bahak sembari memegangi perutnya yang terasa keram.


tiba-tiba saja di kejutkan dengan suara bariton di belakang nya, "Nona ikut dengan kami" pria berjaket hitam itu langsung memborgol tangan arandita dari belakang.


"Apa maksudnya ini?" Arandita terkejut karena tangannya langsung di borgol begitu saja.


"Jelaskan nanti di kantor, saya adalah polisi yang bertugas malam ini" pria itu berbicara dengan nada dingin, sambil memperhatikan kartu identitas nya, kemudian menarik belakang kerah baju arandita seperti anak kucing.


"Hei lepaskan aku, kau itu seorang polisi kenapa tidak sopan sekali memperlakukan seorang wanita seperti ini" protes arandita.


pria berjaket hitam itu pun langsung melepaskan cubitan dari kerah baju yang arandita pakai.


"Tunggu sebentar" arandita berjalan mengetuk pintu mobil sahabatnya, "Risa ayo ikut!"


"Kemana?" ucap Marissa bingung.


"Kita jalan-jalan cari jodoh buat kamu" arandita menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


mendengar percakapan dua wanita di hadapannya, membuat pria yang berjaket hitam itu pun mengerutkan keningnya, lalu menyuruh rekannya memborgol tangan Marissa dan menderek mobil nya.


"Ya ampun apa-apaan ini, kita itu gadis baik-baik bukan kriminil, kenapa pakek di borgol segala." protes Marissa.


lalu kemudian marissa ingat kembali kejadian beberapa menit yang lalu, ia langsung terkejut melebarkan matanya dan menutup mulutnya.


"apa orang yang tadi tidak sengaja aku tabrak itu mati, ohh ya ampun Marissa apa yang sudah kau lakukan!, masih muda cantik tapi harus berakhir di penjara".


Marissa berbicara dengan sangat heboh, ia menerka-nerka apa yang sudah terjadi padanya, karena merasa syok Marissa pun jatuh pingsan.


"sudahlah lebih baik kau jujur saja, bahwa kau adalah komplotan penjahat kelas kakap itu kan?" pria itu melepaskan jaket hitam yang ia kenakan, dan memperlihatkan tubuh atletis di balut seragam polisi yang menambah kadar ketampanan nya.


Marissa yang sudah terbangun, merasa terpesona melihat pemandangan indah di depannya.


"Dengar bapak" arandita menjeda ucapannya dan melihat tag nama di baju pria itu.


"bapak Zayn Pradipta, bapak salah bersar sudah memborgol sembarangan, saya adalah mahasiswi universitas xx yang baru pulang dari tugas kkn di luar kota, bukan komplotan penjahat yang bapak kira"

__ADS_1


"Baiklah dimana kartu identitas mu?"


dengan cepat arandita pun merogoh sakunya, " Sa tasnya dimana?" arandita bertanya dan menyadarkan Marissa dari lamunannya.


"Ah iya tasnya dimana ya? oh di mobil" Jawab Marissa sedikit gelagapan.


lalu polisi itupun menyuruh rekannya mencari tas yang di sebutkan arandita, setelah melewati beberapa proses akhirnya para polisi itu pun melepaskan mereka berdua.


"jadi kita di bebasin nih pak" tanya Marissa.


"iya kalian boleh pergi sekarang, dan ingat jangan keluar malam hari lagi'' ucap bapak Zayn.


"Kenapa tidak jadi pak, padahal saya sudah siap di penjara di dalam hati bapak'' Marissa mencoba menggoda polisi tampan di hadapannya.


"Maaf pak sahabat saya sedikit oleng kalau lihat pria tampan, karena kelamaan jomblo" setelah mengucapkan itu arandita membawa sahabatnya keluar dari ruangan pak Zayn.


Zayn yang melihat tingkah laku dua gadis di hadapannya tersenyum manis, memperlihatkan dua lesung pipi yang menghiasi wajahnya yang tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2