Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 47


__ADS_3

Masih di tempat parkir, vino menatap tajam kepada sepupunya, ia merasa kecewa dengan sikap dan perilaku yang Revan lakukan kepada istrinya.


walaupun revan menganggap bahwa arandita istri kontrak nya, tapi dia tetap sah di mata hukum dan agama,arandita berhak atas diri Revan.


Ingin sekali vino memukul wajah tampan sepupunnya itu, namun ia mengurungkan niatnya, dan mencoba mengikuti apa yang Tante nya arahkan pada nya.


karena takut tidak bisa mengendalikan kemarahan nya , vino pun pergi meninggalkan revan bersama dengan kekasih nya.


"Vino, mau kemana kau, aku belum selesai bicara dengan mu" teriak revan.


namun vino menghiraukan ucapan sepupu nya, dan tetap pergi meninggalkan revan di sana.


vino mengambil handphone nya, untuk menelpon seseorang.


" Hallo, bagaimana? apa barang yang aku pesan sudah tersedia? oke aku akan kesana" setelah percakapan singkat vino menutup sambungan teleponnya.


"Dengar shella, aku tidak akan membiarkan sepupuku masuk ke dalam jebakan mu sama seperti kakakku dulu."


...----------------...


Setelah beberapa menit mobil Marissa membelah jalanan, kini mereka sudah sampai di mansion Alexander.


"Kamu yakin, mau balik ran" Marissa sedikit ragu saat menurunkan sahabatnya.


"Yakinlah, besok kan kita berangkat masa iya nggak bawa persiapan" arandita meyakinkan sahabatnya.

__ADS_1


"Lagian ada mama elisa juga di dalam" ucapnya kembali.


"Oke deh besok aku jemput" akhirnya Marissa pun pulang kembali ke apartemen nya, meninggalkan sahabatnya di mansion Alexander.


"Assalamualaikum," arandita memasuki mansion Alexander.


"Wa'alaikum salam, sayang kamu sudah pulang nak" mama elisa berjalan menghampiri anak menantunya.


"Maaf ma baru bisa pulang sekarang" Arandita memeluk mertuanya.


"Nggak apa-apa sayang, santai saja"


mereka berdua pun bercakap-cakap dengan penuh canda tawa, tak terasa hari sudah mulai senja, arandita berpamitan ke kamarnya untuk membersihkan diri.


setelah sampai di kamar nya arandita pun langsung berjalan ke kamar mandi dan mandi dengan santainya, namun detik berikutnya ia baru menyadari bahwa dirinya lupa membawa handuk.


namun belum sempat arandita mengambil handuk nya dari lemari, pintu kamar terbuka, arandita melotot kan matanya melihat siapa yang masuk.


glekk


Aaaaaaa.....


arandita menjerit dan langsung berjongkok di dekat ranjang dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


revan terkesima melihat pemandangan di depannya, dengan sigap ia membalikkan tubuhnya, ia melihat adik kecilnya yang terbangun begitu saja.

__ADS_1


"si*l kenapa harus seperti ini!" revan merutuki kebodohan nya sendiri.


"Arandita ada apa nak" tersengar suara mama mertua nya dari luar.


revan langsung berdiri ke atas ranjang milik nya dan menindih tubuh arandita.


"Apa yang kau lakukan, menyingkir lah dari ku" arandita berusaha melepaskan diri dari revan namun ia tidak bisa melawannya, karena tubuhnya terlilit selimut tebal untuk menutupi tubuhnya tadi.


"Diamlah"


ceklek..


revan langsung mencium bibir arandita, arandita langsung melebarkan matanya, ini adalah yang ke dua kalinya bibir mereka bertemu.


"Ups.. maaf mama ganggu" dengan tergesa-gesa mama Elisa keluar dari kamar putranya.


setelah mendengar suara pintu tertutup, arandita pun mendorong tubuh revan dengan sekuat tenaga.


brakk.


aaaaaaa...


"Kau sadis sekali"


Mata arandita memerah menahan rasa marah dan emosi yang bercampur jadi satu, ia langsung bergegas mengambil pakaiannya dan masuk kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"Apa sehina itu diriku" gumam revan dalam hatinya, mendengar suara air yang mengalir deras.


bersambung..


__ADS_2