Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 141


__ADS_3

Arandita terseyum melihat tingkah laku suaminya yang begitu menggemaskan saat berinteraksi dengan bayi yang ada dalam kandungan nya.


kini air matanya menetes kembali saat mengenang masa-masa pertama mereka bertemu sampai akhirnya harus terpaksa menikah dengan seorang revan Alexander, ia menikah karena kesalah pahaman mama Elisa sampai akhir Nya revan mengajukan kontrak perjanjian pernikahan.


mereka menikah tanpa ada cinta sedikitpun di hati mereka bahkan pernikahan pernikahan sederhana dan dilaksanakan secara tertutup, para tamu undangan pun hanya para tetangga arandita dan kerabat dekatnya saja yang menyaksikan pernikahan mereka berdua.


tak ada gaun mewah dan cincin mahal yang melingkar di jari manisnya, beberapa omongan pedas para tetangga arandita pun masih terngiang-ngiang di telinganya sampai saat ini.


"sayang kenapa kau menangis" tanya revan bingung tiba-tiba saja istrinya menangis sesenggukan.


"sayang, arandita bicaralah" tangisan arandita semakin keras saat revan bertanya kepada nya membuat revan bingung sendiri menghadapi wanita hamil yang satu ini.

__ADS_1


"sekarang aku harus apa?, mengapa dia menangis lebih keras" revan menjadi panik dan semakin bingung di buatnya.


karena tidak ada cara lain lagi revan memilih untuk diam dan memeluk istrinya saja karena mungkin itu adalah cara yang ampuh untuk meluluhkan hati wanita yang sedang menangis pikir revan.


arandita memukuli punggung suaminya dengan sangat keras meluapkan segala kekesalan yang ada di dalam hatinya selama ini, arandita lebih sensitif saat kehamilannya yang sudah menginjak semester ke dua dia gampang marah dan juga menangis.


emosi yang tidak stabil membuat revan harus bersabar untuk menghadapi istri yang begitu sangat ia cintai saat ini.


setelah lama menangis barulah arandita berbicara mengeluarkan unek-unek yang ia pendam dalam hatinya selama ini.


"kau tahu pria menyebalkan saat aku menikah dengan mu di hari pernikahan kita aku menjadi bahan Bulian mereka tapi kenapa kau hanya diam saja tak menjelaskan apapun pada mereka, aku menerima mu sebagai suami kontrak ku menerima semua syarat dari mu tapi kau selalu berbuat seenaknya padaku."

__ADS_1


"apakau tahu, dulu aku selalu bermimpi menikah dengan pria yang begitu aku cintai dan pria itu juga mencintai ku melakukan malam pertama dengan lembut, mengarungi kehidupan pernikahan yang semestinya dan yang terakhir adalah membesarkan anak-anak kami dengan penuh cinta."


"tapi semuanya itu hanya hayalanku saja, saat kau datang dalam kehidupan ku semuanya berubah, kau menghancurkan semua mimpi ku dan setelah malam itu aku lebih memilih pergi karena malu dengan perbuatan ku sendiri, tapi kau tak pernah datang padaku untuk sekedar meminta maaf atas perbuatanmu setelah malam itu hingga saat aku mengetahui kehamilan ku, aku lebih memilih diam karena yang aku tahu kau sangat mencintai wanita itu"


arandita terus meluapkan emosi dan kekesalan dalam hatinya , sedangkan revan hanya diam dengan rasa bersalah yang menumpuk di dalam hatinya.


"maaf kan aku, karena aku kau selalu mendapat masalah aku berjanji akan memperbaiki semuanya, memenuhi semua mimpi mu itu selagi aku masih mampu untuk melakukan semuanya untuk membahagiakan mu" ucap revan dengan tulus.


arandita menatap mata suaminya untuk mencari kebohongan di sana namun sayangnya ia tidak menemukan hal itu.


tanpa mereka berdua sadari ada seseorang di sana yang mendengarkan keluh kesah arandita sedari tadi, ia juga ikut merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi di dalam kehidupan arandita.

__ADS_1


__ADS_2