
Arandita tak bertanya apapun lagi pada suaminya saat mendengar kata pesta yang di sebutkan pada wanita yang kini membawanya ke ruangan ganti, arandita berpikir bahwa mungkin suaminya akan membawanya ke pesta kolega bisnis nya.
karena arandita berasal dari keluarga sederhana tak mengerti dengan pesta-pesta para kalangan konglomerat.
sambil menunggu istrinya berganti pakaian Revan pun mengganti pakaiannya di ruangan lain, setelah beberapa menit kemudian arandita pun sudah siap dengan penampilan yang begitu anggun dan cantik dengan make up natural dan gaun berwarna putih yang ia kenakan, bagaikan seorang putri dalam dongeng.
"lihat anda di cermin nyonya, anda sangat cantik sekali pantas saja jika tuan Alexander begitu mencintai anda nyonya" puji wanita itu sambil membawa arandita ke depan cermin.
"mencintai, [arandita terseyum tipis] ya! kau tidak tahu saja bagaimana perjalanan panjang yang sudah aku lewati untuk mendapatkan hati tuan menyebalkan itu" arandita pun terkekeh saat mendengar perkataan dari wanita itu.
arandita sedikit terkejut dengan penampilan nya yang begitu berbeda ia memegang wajahnya. " apa benar ini aku, arandita kau tidak sedang bermimpi kan? aku merasa seperti mimpi bisa menggunakan gaun seperti ini" gumam arandita dalam hatinya.
"mari Nyonya, tuan Alexander sudah menunggu anda di luar" wanita itu dan asistennya pun mengapit arandita keluar dari ruangan itu membawanya ke hadapan revan.
Revan nampak sangat terpesona melihat istrinya yang begitu anggun dan cantik dengan balutan gaun pengantin yang ia kenakan, ia terus menatap wajah cantik istrinya tanpa mengedipkan matanya.
__ADS_1
"kenapa kau melihat ku seperti itu apa aku terlihat aneh" tanya arandita yang sedikit malu-malu saat suaminya terus menatapnya dengan tatapan aneh.
"kau sangat cantik sayang"
cup
revan pun mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candu baginya."ayo" revan langsung menggandeng tangan istrinya keluar dari butik itu.
"kita mau kemana" tanya arandita sedikit penasaran, namun revan hanya tersenyum sambil terus mengenggam tangan istrinya dan mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
"mas malu ada pak sopir" bisik arandita di telinga suaminya, membuat revan merasa sedikit gelisah dengan ulah istrinya.
"aku tidak sedang menggodamu kenapa kau selalu mengatakan aku menggoda mu"
revan terkekeh geli melihat ekspresi wajah istrinya yang begitu menggemaskan di matanya.
__ADS_1
"kau akan tahu Setelah malam ini sayang" ucap revan sambil memeluk istrinya dari samping.
setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mobil yang di tumpangi revan dan arandita pun sampai di depan gedung yang sudah di dekorasi sangat indah dan begitu mewah.
Seseorang membukakan pintu mobilnya dan revan pun keluar dari mobil itu dan mengulurkan tangannya untuk sang istri, kini kedua sejoli itu pun berjalan di atas karpet merah yang membawanya ke gedung pernikahan.
arandita merasa seperti mimpi melihat pesta yang begitu indah dan begitu megah untuk pertama kalinya, ia terus menatap setiap sudut ruangan yang penuh dengan bunga-bunga yang indah dan wangi.
"Aku merasa seperti masuk ke dalam dongeng saja"
Revan hanya tersenyum melihat tatapan mata kagum istrinya melihat seluruh ruangan yang kini sudah di hias dengan begitu indah.
semua orang menatap ke arah dua sejoli yang bergandengan tangan berjalan di atas karpet merah bagaikan raja dan ratu di negri dongeng.
Arandita terkejut saat melihat sang suami tiba-tiba bertekuk sebelah kakinya tepat di hadapannya arandita sedikit memundurkan langkahnya, kini ia pun menatap wajah tampan sang suami dengan wajah bingungnya dan juga melihat semua orang yang kini menatap ke arahnya dengan tatapan kagum.
__ADS_1
bersambung..
...happy reading ๐...