Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 48


__ADS_3

Setelah selesai dengan tugasnya, kini vino datang menghampiri tantenya, yang masih sibuk menata makanan di meja.


"Vino, kau sudah datang" mama Elisa berjalan sedikit cepat ke arah vino.


lalu mengajak vino masuk ke dalam dapur agar tidak ada yang melihat mereka.


"Aku sudah membawa, apa yang Tante minta" vino menyerahkan botol kecil di tangannya.


"kerja bagus vino" dengan penuh semangat Tante pun mengantongi botol kecil itu.


"apa Tante yakin, dengan semua ini" vino masih sedikit ragu dengan rencana tantenya.


"tante tau siapa revan, karena dia adalah anak tante, kita harus mengikat revan dengan cara ini agar dia terlepas dari genggaman tangan wanita ibl*s itu.


"lalu bagaimana dengan arandita" vino masih menghawatirkan perasaan arandita yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri."


"semua pasti akan baik-baik saja, kau tenang saja vino, tidak perlu terlalu khawatir" mama Elisa meyakinkan keponakan nya.


"baiklah tante, semua bukti kejahatan Shella juga sudah ada di tangan ku, aku harap wanita psikopat itu tidak mengetahui hubungan antara revan dan arandita."

__ADS_1


"kau benar vino" mama Elisa berpikir sejenak, namun ia tersenyum mengingat keahlian beladiri menantunya, " kau tenang saja vino, arandita tidak lemah, tapi demi menjaga keamanan tante akan kirimkan seseorang untuk selalu melindunginya."


"Baiklah Missi ku kali ini selesai, sisanya aku serahkan kepada tante saja"


tersenyum, " kau tenang saja, tante sudah masak banyak kau mandilah dan ikut makan malam bersama"


"Baik tante" vino pun menurut saja, dan pergi ke kamar tamu yang biasa ia tempati saat berkunjung ke mansion Alexander.


Arandita menuruni anak tangga, dengan wajahnya yang sedikit di tekuk, ia masih merasa sangat kerasal dengan kelakuan Revan pada nya.


arandita sebenernya sedikit malu, karena kejadian di kamar tadi, tapi ia akan lebih malu jika sampai ia tidak turun makan malam, mama mertua nya pasti akan berpikir macam-macam nanti.


Arandita langsung mengubah ekspresi nya, menjadi lebih ceria, dan menghampiri mama mertua nya.


"ayo kita makan malam dulu, dimana suamimu?" mama melihat tidak ada revan di sana."


" masih di kamar ma"


tak lama kemudian revan pun datang menuruni tangga, menuju meja makan dan di susul oleh vino.

__ADS_1


" vin, kau masih di sini"


"Iya, aku akan menginap malam ini, agar besok tidak kesiangan, kau masih ingat kan besok pagi kita ada acara meeting bersama klien''


"Iya, aku ingat" revan menjawab dengan singkat


mereka berdua duduk bersebelahan, dan berhadap-hadapan dengan arandita, dengan instruksi mama elisa, arandita mengisi piring suaminya dengan makanan.


"Kau juga makan yang banyak aran, dan konsumsi banyak makannan yang banyak vitamin, agar mama segera mendapatkan cucu"


ucapan spontan mama Elisa membuat revan terbatuk-batuk karena tersendat makanan yang ia makan, dengan sigap vino memberikan air minum pada revan.


Dengan cepat revan pun, meneguknya sampai habis.


berbeda dengan revan arandita bersikap biasa saja, ia hanya tersenyum pada mama elisa, seolah mengiyakan permintaan mamanya.


"gadis itu, apa sebenarnya yang telah dia rencanakan selanjutnya" gumam revan dalam hatinya, dan menatap arandita penuh selidik.


tiba-tiba arandita terkejut saat kakinya di sentuh dan melihat revan di depannya yang menatap nya dengan tatapan aneh.

__ADS_1


__ADS_2