Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 57


__ADS_3

Revan berlari saat mendengar kabar mamanya jatuh pingsan, di ikuti oleh vino di belakangnya, " kenapa mama bisa pingsan vino?" revan bertanya sebagai sepupunya.


"Sejak pagi tadi tante tidak memakan apapun, dia masih kepikiran dengan berita yang tersebar di internet pagi ini"


mendengar Jawaban dari vino, revan merasa sangat bersalah dan menyesal sudah meninggalkan mama elisa begitu saja, bahkan kini pikiran revan pun tertuju kepada arandita bagaimana reaksinya saat melihat berita buruk tentang dirinya, yang tersebar luas setelah apa yang sudah mereka lakukan malam tadi.


"Arandita"


saat revan membuka pintu ruangan mamanya, Revan mendengar mama Elisa yang hanya menyebutkan satu nama dengan mata yang masih terpejam.


"mama, sadarlah ma maafkan revan yang sudah membuat mama menjadi seperti ini" dengan erat revan menggenggam tangan mamanya.


"Arandita" hanya kata itulah yang selalu keluar dari bibir mamanya.


"Vino dimana gadis itu berada, maksdku wanita itu" revan meralat ucapannya karena ia tahu bahwa setelah kejadian semalam arandita sudah bukan gadis lagi saat ini.

__ADS_1


"Wanita mana yang kau maksud" vino mengucap seolah ia tidak mengerti apa yang revan maksud.


"Siapa lagi kalau bukan arandita" revan merasa sedikit kesal dan tanpa sadar ia sudah menyebutkan nama istri kontrak nya.


"Aku tidak tahu!, bukan kah kau suaminya? dia istri mu Revan Kenapa kau bertanya kepada ku" vino menjawab pertanyaan revan dengan nada sinisnya.


revan mengusap rambutnya dengan frustasi, dan berjongkok di lantai pikirannya sedang sangat kacau saat ini, melihat mamanya terbaring lemah karena ulahnya dan istrinya yang entah berada di mana.


revan kembali berdiri dan mengambil ponsel yang berada di kantongnya, dengan penuh pertimbangan revan menelpon arandita namun sudah beberapa kali mencoba nya, arandita tidak menjawab panggilan telepon nya.


Di sebuah desa para mahasiswa kini sedang melakukan kegiatan kkn yang di mulai dengan acara bakti sosial untuk para warga yang kurang mampu di desa itu, dan mengajak warga untuk saling bergotong royong membangun Desa yang lebih baik memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat agar terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya, serta menggembangkan UMKM desa tersebut.


saat pelaksanaan kegiatan kkn, semua mahasiswa tidak menggunakan ponsel mereka, karena itulah arandita tidak mengangkat panggilan dari revan.


setelah semua kegiatan selesai arandita dan Marissa pergi ke tempat peristirahatan mereka di desa itu.

__ADS_1


Marissa meregangkan otot tubuhnya yang merasa lelah dengan kegiatan yang dilakukan hari ini, dan membaringkan tubuhnya di atas lantai.


"Kamu gak mandi dulu sa" arandita bertanya kepada sahabatnya sambil mengeringkan rambutnya yang basah, tubuhnya terasa lebih segar setelah mandi.


"Bentar lagi ran, aku ngantuk banget ini" Marissa dengan malas menjawab pertanyaan sahabatnya.


Arandita hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya, "jorok banget si, mandi sana!" arandita melempar marissa dengan handuk yang berada di tangannya.


"Iya-iya bawel banget si" dengan malas Marissa pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


arandita membuka ponselnya, namun ternyata ponselnya mati, arandita tidak langsung mencharger handphone nya.


arandita lebih memilih merebahkan tubuhnya di atas kasur lantai yang akan menemani malam-malam nya selama berada di desa itu, karena rasa lelahnya arandita pun tertidur pulas.


lima belas menit berlalu, Marissa masuk melihat arandita yang tertidur pulas, lalu ia mengecek ponselnya melihat berita terbaru yang sedang viral saat ini dan langsung membangunkan sahabatnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2