Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 147


__ADS_3

Vino menelan ludahnya dengan susah payah saat tubuh Marissa menempel memeluknya dengan sangat erat tak hanya itu kaki Marissa pun ikut naik ke pinggang vino.


posisi itu sangat menguntungkan bagi vino namun ia menepis semua pikiran kotor yang ada di otak nya, "ada apa?" tanya vino dengan nada dinginnya.


"tolong aku singkirkan makhluk itu dari sana" tunjuk Marissa ke dalam kamar mandi tanpa melihat ke arah itu.


Dengan cepat vino pun memeriksa kamar mandinya, "tidak ada apapun disana" ucap vino sambil memindai seluruh ruangan itu.


"apa kau yakin" tanya marissa sambil turun dari tubuh vino.


"memang tidak ada apapun di sini" vino pun membuka pintu kamar mandi nya agar Marissa percaya bahwa tidak ada apapun disana.


dengan sedikit rasa takut Marissa pun mulai memasuki kamar mandi itu lagi, namun sesuatu terbang di atasnya dan hinggap di pundak nya membuat Marissa kembali menjerit ketakutan.


vino tertawa terbahak-bahak melihat gadis yang selalu membuatnya kesal kini berteriak ketakutan hanya karena satu hewan kecil saja.

__ADS_1


"haha hanya kecoa saja kau takut" kini Marissa pun menjadi bahan candaan bagi vino. ''kau sanga lucu sekali'' vino pun meninggalkan Marissa yang masih berdiri dengan wajah kesalnya.


mendengar perkataan vino yang mengejeknya Marissa pun tidak berkata apapun lagi karena ia sudah tidak bersemangat lagi untuk berdebat dengan vino saat ini .


"dasar pria tidak waras berani-beraninya dia mengejekku lihat saja nanti pembalasan ku" Marissa pun menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras.


setelah lima menit berlalu Marissa pun sudah selesai dengan Acara mandinya ia pun keluar dari kamar mandi dan melihat pakaian yang sudah di siapkan vino untuk nya.


"apa dia sudah tidak waras memberikan pakaian seperti ini untuk ku malam-malam begini, dan bukankah dia mengajakku pergi untuk melihat lokasi yang benar saja aku harus menggunakan kaos dan celana training seperti ini"


"apa kau sudah selesai? cepatlah lama sekali" teriak vino dari ruang tamu.


"dasar pria aneh pemaksa dan tidak sabaran pula pantas saja dia jomblo abadi mana adalah yang tahan punya kekasih seperti dia, omongannya aja pedasnya melebihi cabai saiton." umpat Marissa sambil mengeringkan rambutnya.


"Marissa" teriak vino lagi.

__ADS_1


"iya-iya aku datang dasar tidak sabaran" Marissa menghentakkan kakinya karena kesal.


Marissa mengerucutkan bibirnya mendelik ke arah vino, "tidak perlu memasang wajah seperti itu" ucap vino sambil menahan tawanya.


melihat reaksi Marissa yang sedang kesal padanya, vino pun melihat Marissa begitu mempesona walau hanya memakai celana training dan kaos yang sedikit kebesaran di tubuh Marissa.


mereka berdua pun pergi keluar dari apartemen untuk menuju ke lokasi gedung pesta resepsi pernikahan revan dan arandita besok malam.


dalam perjalanan Marissa terus menguap dan berusaha untuk membuka matanya, vino terseyum samar dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku gadis yang berada di sampingnya itu, namun vino tak mengatakan apapun.


"kita sudah sampai, kau mau ikut ke dalam atau tunggu di sini sampai aku selesai"


"ikut" ucap Marissa dengan cepat. mereka berdua pun berjalan memasuki gedung yang kini sedang di dekorasi.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2