Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 44


__ADS_3

hari berlalu dengan begitu singkat, sudah dua hari arandita masih berada di apartemen milik sahabatnya, ia merasa sangat malas untuk pulang ke mansion Alexander.


namun mengingat mama Elisa yang berada di sana, arandira pun kembali memikirkan dan mempertimbangkannya lagi.


walau sebenarnya mama elisa dan ibu winda sudah tahu bahwa, arandita berada di sana dengan alasan tugas kampus, mereka tidak bisa di bohongi begitu saja, namun mama elisa juga harus memberikan ruang untuk menantu kesayangannya.


"Pagi-pagi udah ngelamun kesambet set*n pohon toge tahu rasa loe" Marissa tiba-tiba muncul di hadapan arandita dan mengejutkannya.


" yang ada juga elu nong, dateng tiba-tiba kaya demit"


Marissa langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan sahabatnya, " Emang orang kalau lagi, kasmaran suka beda aura nya"


arandita melihat jenggah pada sahabatnya, "nggak usah di bahas lagi gak mood".


"iyalah tuh, di embat mbak pelakor tahu rasa kamu" Marissa terus menggoda nya.


"punya sahabat satu aja, rempong banget" arandita melempar bantal sofa pada sahabatnya.


"eits... nggk kena" Marissa menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


" ya ampun kelamaan jomblo jadi rada geser kan"


"Biarin jomblo, jomblo happy memang pilihan hati" Marissa tidak marah dengan ucapan sahabatnya, ia malah bersenandung ria sambil menggoyang kan pinggul dan tangannya.


"Astaghfirullah tobat gusti, risaa........"


"ome got singa tutul udah bangun, kabur.." Marissa langsung berlari ke dalam kamar mandinya.


terdengar suara arandita yang tertawa dari luar, Marissa yang berada dalam kamar mandi pun ikut melengkungkan bibirnya, karena usahanya untuk membuat sahabatnya tertawa, melupakan kesedihannya pun tidak sia-sia.


...----------------...


Atas perintah dari mama elisa, namun ia tidak memberi tahu kepada putranya, dimana istrinya berada.


dengan hati yang kesal revan terus mengumpat arandita, mama Elisa yang berada di balik pintu kamar anaknya hanya menggelengkan kepalanya.


"Tante, bagaimana rencana selanjutnya, untuk tetap mempersatukan pernikahan mereka"


mama elisa mengeluarkan nafasnya dengan kasar, ya penikahan terpaksa ini adalah salah satu rencananya, bersama dengan keponakannya.

__ADS_1


semua ini mama elisa lakuka hanya demi kebahagiaan putranya agar terlepas dari jeratan Shella, mama elisa sudah tahu siapa shella, namun putranya seperti tidak melihat sebuah kesalahan apapun yang shella buat.


hingga revan jatuh kedalam pelukan gadis liar seperti shella, pernah mama elisa mengatakan hal sejujurnya tentang shella pada revan, namun revan menyangkalnya.


hingga dengan putus asa mama elisa menyuruh keponakan nya untuk melakukan sayembara, hingga terpilih lah seorang gadis cantik berpenampilan sederhana dia lah arandita.


dan siapa yang menyangka, bahwa ia adalah putri dari sahabatnya sewaktu Remaja dulu, membuat mama elisa semakin mantap dengan pilihan Nya.


hingga terjadilah pernikahan terpaksa yang harus mereka jalani.


"kita akan melakukan rencana selanjutnya", lalu mama Elisa membisikkan sesuatu ke telinga keponakan nya, setelah itu Mama Elisa tersenyum licik.


"kau memang luar biasa tan" vino terus memuji kepintaran tantenya.


"itu demi sepupumu, dia tidak boleh tertipu dengan wajah menyedihkan dari Shella"


"kau benar Tan, kalau begitu aku akan pergi sekarang" vino langsung berpamitan kepada Tante nya untuk melakukan tugas yang diberikan.


"semoga saja rencana ku ini berhasil, untuk membuat tali pernikahan mereka semakin kuat" mama elisa bergumam dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2