Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 98


__ADS_3

Setelah beberapa menit berkendara melewati perjalanan yang cukup sepi, kini mobil yang di kendarai vino pun sudah terparkir di halaman apartemen milik Marissa.


"Apa kau yakin di sini tempat tinggal gadis itu" tanya revan sedikit tidak percaya bahwa Marissa tinggal di lingkungan apartemen semewah itu, pasalnya Marissa selalu berdandan sederhana sama seperti istrinya.


"Kenapa?, dia memang tinggal di sini aku pernah mengantar nya saat dia hampir di.." vino tidak melanjutkan ceritanya karena revah sudah memotong nya terlebih dahulu.


"Sudahlah tidak usah bahas urusan yang tidak penting ayo cepat kita masuk" ajak Revan lalu keluar dari mobilnya dan berjalan menuju apartemen milik Marissa.


tanpa banyak kata vino pun berjalan mengikuti revan di belakangnya, kini mereka sudah berada di depan pintu apartemen milik Marissa vino pun langsung membunyikan bel.


Lama mereka berdua menunggu namun pintu apartemen itu tidak terbuka sama sekali, karena merasa sangat kesal revan membunyikan bel beberapa kali.


di dalam kamar Marissa merasa terganggu dengan suara bel yang berbunyi terus menerus, " haduh siapa sih malam-malam gangguin orang tidur aja" kesal Marissa.


Marissa menatap sahabatnya yang tertidur pulas membelakanginya, dengan mata yang masih sangat mengantuk Marissa pun keluar dari kamarnya.

__ADS_1


tingnong.. tingnong.. tingnong..


"Haduh nggak sabaran banget sih, liat aja gue kasih pelajaran tuh orang biar tahu sopan santun saat bertamu ke rumah orang walau kata orang tamu adalah raja, tapi mana ada raja modelan gitu." Marissa terus memaki orang yang sudah mengganggu tidur nyenyaknya, ia pun langsung mengambil sapu sebagai senjata andalan nya.


ceklek


bugh.. bughh.. bughh


Awwhhh...


vino mengaduh kesakitan karena ulah Marissa yang langsung memukulinya dengan memb*bi buta menggunakan sapu yang berada di tangannya.


"Cukup sakit tahu, ini namanya penganiayaan kamu bisa saya laporkan ke pihak berwajib" vino langsung menggenggam sapu yang di pakai Marissa untuk memukulnya.


Glekkk

__ADS_1


vino menelan ludahnya dengan susah payah saat melihat pemandangan yang tak biasa di hadapannya, kemudian Marissa pun melihat kemana arah pandangan mata vino.


"dasar kau pria mesum" marissa baru tersadar bahwa ia memakai pakaian tidur yang sangat tipis dan tidak menggunakan B* dengan refleks Marissa menutupi dadanya.


sedangkan revan langsung masuk begitu saja ke apartemen milik Marissa untuk mencari keberadaan istrinya, Revan memindai seluruh ruangan khas perempuan itu dan melihat istrinya yang sedang tertidur pulas.


revan pun mulai menghampiri istrinya lalu menatapnya dengan tatapan penuh kasih, revan mengelus lebut pipi istri nya yang masih terdapat sisa air mata yang sudah mengering.


"Apa kau habis menangis, Apa aku penyebab kau menangis, maaf" revan mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang, lalu dengan perlahan ia pun mulai mengangkat tubuh istrinya dan akan membawanya pergi dari apartemen Marissa.


saat revan akan pergi meninggalkan apartemen Marissa, revan melihat saudara sepupunya sedang meringis kesakitan memegangi aset berharga miliknya.


''Dasar gadis bar-bar" teriak vino pada gadis yang berada di hadapannya.


"itu pelajaran untuk pria mesum seperti mu" ucap Marissa sambil berlalu dengan menutupi dadanya dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


sedangkan revan yang melihat betapa berbahayanya gadis yang lewat di hadapannya itu, revan bergidik ngeri dan berharap semoga istrinya tidak sebar-bar sahabatnya.


bersambung..


__ADS_2