Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 19


__ADS_3

Setelah terjaga begitu lama.


Kini Arandita pun mulai memejamkan matanya kembali, karena ia merasa sangat lemas dan tak bertenaga. Setelah Arandita mulai terlelap, seseorang masuk ke dalam ruangan itu membuat vino langsung terjaga karena mendengar suara pintu terbuka.


"Tuan.''


Namun revan memberikan kode agar vino terdiam, Revan tak ingin mengganggu Arandita yang sedang beristirahat.


"Ada apa tuan?" ucap Vino sedikit berbisik pada Revan.


"Tidak ada, aku hanya ingin melihat keadaan nya saja!'' Sahut Revan dengan raut wajah tanpa menatap apapun.


"Dia baik-baik saja tuan, hanya dia tadi ingin pulang takut jika ibunya khawatir, jadi aku juga membawa ibunya kemari"


"Bagus!" Setelah melihat keadaan Arandita kini Revan pun pergi meninggalkan ruangan itu, dan pulang ke apartemen miliknya.


*


"


Beberapa hari kemudian Arandita sudah merasa sehat dan mulai beraktivitas seperti biasanya.


Dengan pakaian yang rapih dan memegang amplop coklat untuk mengikuti babak seleksi ke perusahaan RA-Group, menjadi peserta magang.


Arandita mengendarai motor kesayangan nya dengan kecepatan sedang, setelah hari itu Arandita menjalani kehidupannya seperti dulu lagi dan terbebas dari Vino atau pun Revan. Karena setelah hari itu Vino menghubungi nya dan memberikan kartu mahasiswanya begitu saja.

__ADS_1


Setelah sampai di Perusahaan RA-Grup Arandita memakirkan motor nya, dan a sudah di tunggu sahabatnya Marissa.


"Hay risa, sudah lama nunggunya?'' Tanya Arandita yang langsung menghampiri sahabatnya.


"Nggak kok, aku baru saja datang.''


"Ya udah ayo kita masuk keburu telat nanti bisa di eliminasi kita." Ajak Arandita yang langsung di angguki oleh Marissa.


Arandita menggandeng tangan sahabatnya, berjalan meninggalkan parkiran, namun kini pandangan dua sahabat itu melihat seorang wanita yang sangat mereka kenal, ya siapa lagi kalau bukan Vinia si tukang rusuh dan membuat onar.


"Ternyata kalian di sini juga? dengar aku rasa perusahaan ini tak membutuhkan karyawan seperti kalian." Ucap Vinia dengan nada sinisnya.


"Dasar nenek lampir. Jangan so jadi orang lebih baik dari kami menyingkirlah, menghalangi pemandangan saja." Ucap Marissa yang tak kalah ketusnya. Dengan cepat Marissa pun mendorong tubuh Vinia, menarik tangan Arandita dan meninggalkan Vinia yang sudah sangat kesal padanya.


Kini para peserta magang berkumpul di satu ruangan untuk menunggu interview kerja nya.


"Aran kau tahu tidak, katanya CEO RA-Group masih muda dan tampan." Ucap Marissa antusias.


"Lalu?''


"Aku penasaran Aran, apakah yang dikatakan oleh orang orang benar adanya?''sahut Marissa dengan gemas mencuil pipi sahabatnya.


"Mula kebiasaan buruknya. Kita lihat saja nanti!"


"Selamat pagi, selamat datang di RA-group perkenalkan saya Alvino asisten pribadi tuan Revan Alexander pemilik RA-Group, disini saya akan mulai memilih siapa di antara kalian semua yang pantas berada di RA-Group"

__ADS_1


Degg..


Arandita terkejut mendengar suara pria yang tidak asing baginya, juga nama yang pria itu ucapkan. Dengan cepat Arandita langsung melihat pada pria yang berbicara di depan sana. Arandita menutupi wajahnya dengan amplop coklat di tangannya agar Vino tak melihat keberadaannya saat ini.


"Sial. Kenapa harus bertemu lagi" lirihnya dalam hati.


Semua peserta yang menunggu babak seleksi, satu persatu dari mereka tereliminasi karena syarat-syarat yang tidak sesuai. Setelah Marissa, tiba lah giliran aranedita yang maju kedepan.


Vino memeriksa berkas Arandita. Ia sempat terkejut saat membacanya dan melihat ke arah arandita. Namun Vino bersikap profesional.


vineo hanya terdiam dan melanjutkan pekerjaannya, setelah babak seleksi selesai Marissa di tempatkan di bagian keuangan sedangkan Arandita menjadi sekertaris CEO, lalu Vinia di bagian gudang.


Arandita merasa tak bersemangat, karena ia akan bertemu kembali dengan pria yang menurutnya sangat konyol menyebalkan dan membuat emosinya bisa meledak kapan saja.


"Yeay akhirnya aku punya pekerjaan sekarang!'' Pekik Marissa kegirangan saat dirinya di terima di RA-Group.


"Semangat Bestie, ayo kita beli jamu!''


"Jamu apaan?"


"Jamu kuat menghadapi kenyataan!'' Jawab Arandita dengan asal dan membawa sahabatnya keluar dari ruangan tersebut.


Vino tersenyum samar. "Gadis yang unik,'' gumam Vino lirih saat mendengar percakapan dua wanita yang begitu konyol menurutnya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2