Romansa Cinta Arandita

Romansa Cinta Arandita
Bab 116


__ADS_3

Aaaahhhh......


Arandita terbangun dari tidurnya karena mendengar suara teriakan seseorang yang begitu nyaring di telinganya. "ada apa mas" tanya arandita menghampiri suaminya yang sedang berdiri di depan pintu dengan wajah terkejutnya.


"Aku tidak tahu apapun dia langsung terkejut saat melihatku membuka pintu tadi" ucap revan dengan mengangkat tangannya.


Arandita pun melirik wajah suaminya, "pantas saja si ratu drama itu pingsan wajah mas revan memang sedikit seram" kekehnya dalam hati.


arandita pun menghampiri sahabatnya yang tergeletak di lantai.


"Sa, sa bangun sa kenapa pakek tiduran di sini segala sih nih bocah, sa bangung woy" arandita menepuk-nepuk pipi sahabatnya dengan gemas.


"mas tolong bantuin angkat ke dalam dong"


"oke" revan pun langsung menyingsingkan lengan bajunya dan mengangkat tubuh istrinya.


"Mas yang aku maksud bukan aku tapi dia" arandita menunjuk kepada sahabatnya yang tergelak di lantai.


"Aku hanya ingin mengangkat mu saja bukan yang lainnya"

__ADS_1


"mas turunkan"


"Ada apa ini" ucap vino yang datang dengan membawa beberapa kantong plastik di tangannya.


"vin kebetulan sekali kau datang, sekarang kau angkat gadis itu" tunjuk revan pada gadis yang hampir terinjak oleh vino.


vino melihat ke arah yang di tunjuk oleh revan kemudian ia mengbela nafasnya. "dia lagi, kenapa gadis ini selalu saja menyusahkan aku" umpat vino namun tak urung vino pun mengangkat tubuh Marissa dan menidurkan nya di sofa dengan perlahan.


setelah itu vino pun membuka plastik yang ia bawa tadi, "kak vino apa yang kau bawa" tanya arandita menghampiri vino yang sedang sibuk.


"ini aku bawakan makanan, kalian pasti lapar kan"


revan merasa cemburu saat melihat kedekatan antara vino dan Arandita yang menata makanan yang di bawa oleh vino sambil sedikit bercanda, sedangkan di sofa Marissa baru sadarkan diri Marissa memegang kepalanya yang terasa sedikit sakit.


"kamu dah bangun sa" tanya arandita lalu menghampiri sahabatnya. sedang dua pria yang berada di sana hanya melirik sekilas ke arah Marisa.


"minum dulu nih"arandita menyodorkan segelas air putih kepada sahabatnya yang masih terlihat bengong itu. "sa kamu nggak kerasukan jin iprit kan" kekeh arandita.


"sembarang aja kalo ngomong laki loe tuh bikin gue kaget aja" Marissa ingin menonyor kening sahabatnya namun tangannya di pegang oleh vino.

__ADS_1


"Jangan main kasar''


"ihh apa-apaan sih lepasin tanganku" Marissa menepis tangan vino dengan sedikit kasar, karena kaki vino yang tak seimbang vino pun terjatuh ambruk di atas tubuh Marissa.


arandita melihat mereka tampak begitu mesra di depan matanya, "wahh kalian so sweet banget!" seru arandita.


Marissa yang malu langsung menggulingkan tubuh vino ke lantai dengan sangat keras, revan yang melihat kejadian itu pun ikut meringis dan menatap ke arah istri-nya.


"semoga saja arandita ku tidak se bar-bar gadis itu kalau tidak bisa hancur semua tulang ku di buatnya" gumam revan dalam hati.


"Kami ngomong apa mas?" tanya arandita dengan wajah menyelidik.


revan langsung gelagapan di buatnya, "kenapa dia bisa mendengar suara hatiku".


"Hmm anu tidak ada apa-apa sebaiknya kita makan sekarang sebelum makanannya dingin'' revan dengan cepat mengalihkan perhatian istrinya.


setelah drama yang terjadi akhirnya mereka berempat pun makan malam dengan santai.


"vino bagaimana dengan tugas mu apa kau sudah menyelesaikan nya''

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2