
setelah sampai di mansion revan langsung menggendong arandita masuk ke kamarnya, awalnya arandita menolak dan ingin berjalan sendiri namun revan tidak mendengar kan nya.
Dengan pasrah arandita pun berpegangan dengan erat agar tidak terjatuh, setelah sampai di kamarnya revan langsung membaringkan tubuh istrinya di ranjang king size miliknya dengan sangat hati-hati.
"terimakasih" ucap arandita tanpa melihat pada revan.
"Tidak perlu berterima kasih, aku adalah Suami mu aku sudah tugas dan kewajiban ku untuk menjagamu''
mendengar perkataan revan arandita pun tersenyum sinis.
"Suami kontrak" arandita tersenyum mengejek.
"tidak ada lagi kontrak di antara kita, aku sudah membakar surat kontrak itu dan kontrak selesai"
"Jadi kapan kau menceraikan aku?" arandita mulai memancing untuk mencari celah membuka kejahatan shella.
walau sebenarnya arandita takut dengan langkah yang ia pilih akan membahayakan pernikahan nya sendiri.
Revan menghela nafas panjang, " Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu arandita, jadi simpan saja pikiran mu untuk berpisah dari ku"
"Hmmm... kalau begitu aku hanya ingin menjadi satu-satunya yang ada di dalam hidupmu, tinggalkan kekasih mu itu"
__ADS_1
Anandita menatap wajah suaminya, ia ingin melihat bagaimana reaksi revan saat mendengar permintaan nya.
"Tidak bisa" revan menjawab tanpa reaksi apapun.
Arandita merasa sangat kecewa saat mendengar jawaban dari suaminya, namun arandita tetap berusaha untuk bersikap biasa saja.
"Baiklah kalau itu mau mu silahkan kau bersama dengan siapapun yang kau inginkan, tapi setelah kau ceraikan aku"
"Apa kau tuli, aku sudah bilang tidak akan menceraikan mu!" bentak revan, yang membuat arandita sedikit terkejut.
"Kenapa kau berbuat tidak adil pada ku, kau ingin bersama orang lain tapi tidak ingin melepaskan ku" arandita menangis sesenggukan, ia merasa sakit hati setelah mendengar bentakan suaminya.
Hari ini mood arandita sedang sangat buruk arandita menjadi lebih sensitif tidak seperti biasanya.
"pergilah! aku sedang tidak ingin melihat mu saat ini" usir arandita Tanpa menoleh pada suaminya.
mendengar ucapan istrinya revan pun segera meninggalkan arandita, revan pikir mungkin arandita butuh waktu untuk sendirian saat ini.
"Apa kau tidak ingin keadilan untuk zia''
langkah revan terhenti saat revan melangkah kan satu kakinya di luar kamar, lalu revan kembali membalikan tubuhnya menatap tajam kearah arandita.
__ADS_1
Kini mood nya sudah stabil Arandita bersikap biasa saja saat melihat tatapan tajam revan padanya.
"kenapa kau menatapku seperti itu" arandita bertanya tanpa rasa takutnya.
"Dengar jangan pernah membicarakan tentang zia, karena zia sudah tiada karena sebuah kecelakaan" ucap revan tanpa ekspresi.
arandita pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri suaminya.
"kecelakaan zia adalah rencana jahat shella yang ingin memisahkan zia dari kekasihnya, aku mohon percayalah padaku dan berikan keadilan untuk zia"
"Cukup" revan mengankat tangannya dengan penuh kemarahan.
"aku mohon percayalah padaku, sebelum semuanya terlambat dan kau akan menyesali semuanya." arandita memohon sambil memegang tangan suaminya.
dengan refleks revan langsung mendorong arandita sampai terjatuh sempurna di lantai, dan meninggalkan nya begitu saja.
setelah revan pergi arandita merasakan keram di bagian perut nya.
Aaa ... kenapa perutku sakit sekali.
arandita memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.
__ADS_1
setelah melihat revan keluar dari kamarnya mama Elisa langsung masuk ke kamar itu dan melihat arandita yang meringis kesakitan.
bersambung