
"Apa maksudmu mas aku tidak mengerti" ucap arandita langsung menatap suaminya dengan wajah penuh tanya.
"aku mengalami kehamilan simpatik hingga setiap hari aku merasakan mual-mual dan muntah seperti layaknya ibu hamil"
arandita pun menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang dikatakan oleh suaminya, "owhh jadi ini penyebab mas revan mual-mual saat di kamar itu, tapi kenapa dia bilang setiap hari jelas-jelas aku hanya melihat sekali saja lalu sejak kapan dia aku sedang hamil anaknya.''
"jadi sejak kapan kau tahu aku sedang mengandung? lalu bagaimana cara mengobatinya rasa mual itu." tanya arandita penasaran.
"ya karena kaulah obatnya sayang, saat aku berada di dekat dan memeluk tubuh mu mual itu akan hilang begitu saja dan sejak kapan aku tahu kau mengandung anakku itu tidak penting karena yang terpenting adalah aku selalu berada di dekat mu saja"
Arandita pun mulai mengingat-ingat kembali kejadian demi kejadian saat revan sering memeluknya tiba-tiba.
"apakah sekarang masih sering merasakan hal yang sama" tanya arandita.
"kesempatan!" dengan cepat revan pun langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh istri nya, walau sebenarnya sudah beberapa hari lalu revan sudah tidak lagi merasakan mual muntah di pagi hari meskipun tidak ada arandita di sisinya.
"jadi bolehkah aku memeluk mu kapanpun" tanya revan menatap lekat wajah cantik istri nya.
arandita pun tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban, membuat revan juga ikut senang "yess berhasil" dengan cepat revan pun langsung memeluk tubuh istrinya.
dan arandita pun menyambut nya dengan baik membalas pelukan suaminya dan mengelus-elus punggung suaminya dengan lembut.
__ADS_1
"sial kenapa hanya memeluknya saja aku tiba-tiba jadi on" umpat revan dalam hati.
"apa aku boleh minta satu permintaan" ucap revan sambil membelai rambut istrinya dengan lembut dan menahan sesuatu agar tidak terbangun mengejutkan istrinya.
"apa itu mas"
"panggil aku sayang" ucap revan dengan wajah memohon nya.
"mas revan"
"bukan itu maksudku"
"panggil aku dengan sebutan sayang" ucap revan sedikit malu-malu.
"owh"
"hah hanya owh saja" revan Langsung menekuk wajahnya.
arandita terseyum melihat tingkah laku suaminya yang begitu menggemaskan di mata nya, ini adalah momen langka melihat sisi lain dari revan Alexander yang terkenal dengan sebutan pria es yang arogan.
"sayang"
__ADS_1
seperti air hujan yang turun menyirami tanah yang tandus revan merasa sangat bahagia saat mendengar suara istrinya yang begitu merdu di telinganya.
"apa coba ulangi aku tidak mendengar nya" bohong revan.
"sayang sayang sayang aku mencintaimu" teriak arandita suaranya pun memenuhi ruangan itu.
revan pun merasa sangat senang dengan apa yang di katakan oleh istrinya, malam ini adalah malam yang paling membahagiakan untuk revan.
karena semua permasalahan sudah teratasi dengan baik sesuai rencana, revan pun memeluk istrinya dan mengecup bibir yang kini sudah menjadi candu baginya.
namun perlahan kecupan itu menjadi sebuah ciuman manis dan penuh gair*h membuat mereka lupa dimana mereka berada saat ini.
revan pun melepaskan jas yang ia kenakan ke sembarang arah, dan membuka kancing kemeja nya satu persatu menampakkan dada bidang nya.
kali ini Revan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada, hingga ia melupakan acara yang akan di gelar selanjutnya.
Arandita memukul dada suaminya karena kehabisan nafas, "mas kau mau membunuh ku ya"
"panggil aku yang benar sayang" revan pun kembali me*um*t bibir istrinya.
bersambung..
__ADS_1